Gempa di Turki, 22 Orang Tewas, Tak Ada WNI Jadi Korban

Evakuasi terhadap gedung yang runtuh di Izmir terus dilakukan.

IZMIR (global-news.co.id) – Jumlah korban tewas di Turki dan Yunani akibat gempa dahsyat yang menghantam Laut Aegean yang berada di wilayah Turki tenggara yang berdekatan dengan perbatasan Yunani menjadi 22 orang. Gempa magnitudo 7,0 atau berkekuatan 7 SR pada Jumat (30/10/2020) sore waktu setempat  tersebut telah memicu tsunami mini.
Gempa bumi juga menyebabkan gedung-gedung di beberapa kota di Turki tepatnya di Izmir dan Yunani hancur.
Para pejabat mengatakan untuk sementara ini 20 orang tewas di daerah pesisir di barat Turki, sementara dua remaja—laki-laki dan perempuan—tewas di Pulau Samos, Yunani, setelah tembok runtuh menimpa mereka. Korban berpotensi terus bertambah karena proses evakuasi dari reruntuhan gedung terus berlangsung.

Gedung di Izmir yang hancur akibat gempa.

Di Turki, setidaknya 20 bangunan di kota Izmir saja hancur.  Izmir adalah kota terbesar ketiga di Turki setelah Istanbul dan Ankara.
Walikota Izmir Tunc Soyer kepada CNN Turk, Sabtu (31/10/2020) mengatakan sejumlah kendaraan hancur di bawah bangunan dan orang-orang menggali reruntuhan untuk mencari korban yang selamat.
Badan bencana Turki mengatakan setidaknya 786 orang terluka. Lusinan orang diselamatkan oleh tim penyelamat menggunakan penggali dan helikopter untuk mencari korban.
Sebanyak 196 gempa susulan telah tercatat, 23 di antaranya bermagnitudo lebih dari 4,0. Menteri Lingkungan dan Urbanisasi Turki, Murat Kurum, mengatakan operasi pencarian dan penyelamatan berlanjut di 17 bangunan, empat di antaranya runtuh.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa di antara korban luka di Turki, lima orang sedang dioperasi dan delapan dalam perawatan intensif.
Rekaman video televisi menunjukkan air membanjiri jalan-jalan di Cesme dan Seferihisar di beberapa bagian Provinsi Izmir Turki yang lebih luas, serta di Pulau Samos, Yunani, yang oleh para pejabat digambarkan sebagai “tsunami mini”.

Tsunami sempat menerjang wilayah jalan-jalan di Cesme dan Seferihisar di beberapa bagian Provinsi Izmir Turki yang lebih luas, serta di Pulau Samos, Yunani.

Kepala Organisasi Yunani untuk Perencanaan Anti Seismik Eftyhmios Lekkas  pada Skai TV Yunani mengatakan penduduk pulau Samos di Yunani yang memiliki populasi sekitar 45.000, diminta menjauh dari daerah pesisir.
“Itu adalah gempa yang sangat besar, sulit untuk memiliki gempa yang lebih besar,” tutur Lekkas.
Peringatan gelombang pasang tinggi diberlakukan di Samos, di mana delapan orang terluka ringan, menurut seorang pejabat Yunani.
“Kami tidak pernah mengalami hal seperti ini. Orang-orang panik,” ujar George Dionysiou, Wakil Walikota setempat.
Seorang juru bicara polisi Yunani mengatakan ada kerusakan pada beberapa bangunan tua di pulau itu, tanpa ada laporan korban luka.
“Para Menteri Luar Negeri Turki dan Yunani berbicara melalui telepon setelah gempa bumi dan mengatakan mereka siap saling membantu,” ungkap pernyataan pemerintah Turki.
Turki dan Yunani sedang bertikai dalam masalah eksplorasi sumber daya alam di Laut Mediterania. Mereka tampaknya mengesampingkan konflik itu dengan adanya gempa bumi tersebut.

Tidak Ada Korban WNI
Sementara itu KBRI Ankara menyebutkan gempa di Izmir  dirasakan hingga ke Istanbul yang berjarak sekitar 400 km dari lokasi gempa. Info sementara, sejumlah bangunan di pusat kota Izmir yang dikenal sebagai salah satu kota wisata di Turki mengalami kerusakan berat.
Selain Izmir, kota-kota yang terdampak di sekitar wilayah tersebut antara lain kota Usak, Denizli, Manisa, Balikesir, Aydin dan Mugla.
KBRI Ankara terus berkoordinasi dengan otoritas setempat, Satgas Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) di Turki yang berada di wilayah tersebut serta simpul-simpul masyarakat Indonesia di wilayah terdampak.
“Sejauh ini tidak diperoleh laporan mengenai adanya WNI yang terkena dampak langsung gempa tersebut”, ujar Harliyanto, Koordinator Perlindungan WNI KBRI Ankara, Jumat (30/10/2020) malam.
Berdasarkan data KBRI Ankara, terdapat sekitar 98 WNI yang tinggal di Izmir dan daerah sekitarnya yang terdampak. Sebagian besar WNI berprofesi sebagai pekerja spa dan mahasiswa. Terdapat sekitar 5.000 WNI yang tinggal di Turki, sebagian besar adalah mahasiswa (2.700) dan pekerja spa (1.500). tis, cnn, sin