Cheng Hoo Siapkan Tempat bagi yang Ingin Pelajari Islam

Ketua YHMCHI, H A.Nurawi (dua dari kanan) dan pengurus lainnya saat berdiskusi secara virtual, Rabu (28/10/2020).

SURABAYA (global-news.co.id) – Yayasan Haji Muhammad  Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI)  ancang-ancang membuka tempat untuk mereka yang ingin mendalami Agama Islam. Ini merupakan satu dari beberapa program yang bakal diwujudkan pada 2021.

Ketua YHMCHI, H A.Nurawi mengatakan  hal tersebut usai berdiskusi secara virtual dengan Pejabat Bidang Politik dan Ekonomi Konjen Amerika Serikat di Surabaya, Dylan Hoey, Rabu  (28/10/2020). Diskusi ini juga diikuti Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Jatim, Ir Haryanto Satryo, dan beberapa pengurus YHMCHI.

Nurawi menyebut, tempat itu nantinya terbuka bagi siapa pun yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Islam. “Bisa mereka yang mualaf, bisa juga mereka yang dilahirkan dan memeluk agama Islam tapi nggak ngerti Islam. Intinya terbuka bagi siapa pun dan umur berapa pun yang ingin belajar tentang Islam,” terangnya.

Diungkapkan, selain dakwah di bidang agama Islam, YHMCHI juga konsen mengembangkan dunia pendidikan.”Karena pendidikan ini kami anggap sebagai hal yang perlu dan penting,  kami konsen khususnya pada generasi muda. Harapan kami, kalau anak-anak muda ini diberi pendidikan dan wawasan yang lebih luas, mudah-mudahan mereka jadi anak bangsa yang baik dan maju,” ujarnya.

itu pula yang membuat yayasan ingin merenovasi Sejak 2017 lalu YHMCHI sudah membuka jenjang pendidikan formal untuk TK dan SD. Diakui karena keterbatasan tempat, pada tahun ajaran baru ini pihaknya terpaksa menolak siswa. Ini lantaran setiap rombongan belajar atau kelas memang dibatasi, terdiri 25 siswa.

Karena itulah dalam diskusi sempat diungkapkan, kalau YHMC membutuhkan tempat untuk kegiatan belajar mengajar tersebut. Keterbatasan tempat membuat  yayasan menyewa sekolah. “Tapi di masa pandemi ini, kami juga mengikuti ketentuan pemerintah yaitu melakukan  sistem pembelajaran secara online,” tambah Nurawi yang akrab disapa Abah Awi.

Kegiatan diskusi tersebut merupakan tidak lanjut dari upaya yayasan untuk terus menjalin silaturahim dengan banyak pihak. Baik dengan pemerintah juga dengan pihak swasta dan lintas agama.

Dalam peringatan Milad ke-18 Masjid Cheng Hoo Surabaya yang jatuh pada 13 Oktober, pihak yayasan menghubungi banyak pihak, selain untuk mengucapkan selamat sekaligus untuk mencari masukan bagi kebaikan masjid. “Pihak Konjen AS sudah mengucapkan dan mengajak diskusinya siang ini,” ujar Nurawi.

Sebelumnya, saat berkunjung ke Masjid Cheng Hoo,  Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko berharap masjid bisa berperan dalam membentuk karakter. “Memang benar apa yang dikatakan beliau. Jadi kita kembali ke sejarah,  bahwa masjid dulu itu oleh Rasulullah dipakai sebagai tempat perencanaan-perencanaan dan pembelajaran-pembelajaran. Jadi masjid itu buka hanya untuk shalat tapi sekaligus tempat diskusi untuk masa depan umat,” kata Nurawi.ret