Badrut Tamam Mencintai dan Sangat Dekat Muhammadiyah

Bupati Badrut Tamam foto bersama pengurus Muhammadiyah Pamekasan.

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Pamekasan, Selasa (13/10/2020) sore melakukan audiensi dengan Bupati Badrut Tamam. Selain pengurus PDM juga hadir Ketua PD Aisyiah, dan Ketua Pemuda Mahammadiyah Pamekasan. Mereka dipimpin oleh Ketua PDM Pamekasan Daeng Ali Taufiq.
Mereka diterima Bupati Badrut Tamam di ruang peringgitan dalam rumah dinas Bupati Pamekasan. Dalam menerima  tamunya Badrut Tamam didampingi Kabag Kesra Setdakab Pamekasan Khalifaturrahman dan Kepala Dinas Penanaman Modal, Perijinan dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) Agus Muyadi.
Dialog dalam audiensi itu berjalan khidmat santai penuh kekeluargaan. Daeng Ali Taufiq Ketua PDM Pamekasan melaporkan tentang berbagai kegiatan yang dilakukan Muhammadiyah Pamekasan, baik yang berupa kegiatan dakwah, pendidikan, maupun kegiatan social ekonomi.
“Dari amal usaha yang dikelola Muhammadiyah banyak melibatkan orang diluar Muhammadiyah. Ini memang sesuai dengan ruh gerakan Muhammadiyah. Muhammadiyah berjuang untuk umat. Misalnya di Klinik Aisyah Pamekasan disana  punya karyawan sebanyak 60 orang. Karyawan yang  dari Muhammadiyah hanya 10 persen saja. Selebihnya dari luar Muhammadiyah, ” ungkap Taufiq.
Taufiq juga mengungkapkan Muhammadiyah Pamekasan  menyatakan kesiapannya untuk bekerjasama membantu Pemkab dalam menggapai Pamekasan yang berkemajuan. Bantuan yang akan diberikan tentunya sesuai dengan bidang kegiatan yang selama ini menjadi konsen Muhammadiyah bidang dakwah, pendidikan, social dan ekonomi.
Sementara Bupati Badrut Tamam mengaku dalam menjalankan tugasnya pasti akan melibatkan ormas Islam, termasuk Muhammadiyah, NU dan ormas serta elemen keagamaan lainnya. Alasannya tidak mungkin dia membangun Pamekasan tanpa kekompakan dan kebersamaan dengan elemen lain dalam masyarakat.
“Kesuksesan pembangunan daerah ada tiga faktor. Pertama komitmen pemimpin, aparat yang profesional dan partisipasi masyarakat. Nah peran Muhammadiyah ini ada dalam partisipasi masyarakat. Partisipasi masyarakat ini sangat urgen sekali. Karena itu tidak mungkin kami melepaskannya,” tuturnya.
Soal Muhammadiyah, Badrut Tamam yang alumni Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini, mengaku sangat mencintai dan dekat dengan Muhammadiyah. Bukan lantaran dia lulusan UMM, tetapi secara personal dia memiliki kedekatan dengan petinggi Muhammadiyah.
Dia mengaku Muhammadiyah adalah organisasi Islam tua yang berjasa dalam pendirian dan pembangunan Indonesia.
“Saya ini menempuh studi 6 tahun di UMM Malang. Saya sangat dekat seperti kakak beradik dengan Prof Muhadjir Effendy. Dan saya tiap penerimaan mahasiswa baru UMM saya selalu diundang untuk berceramah bagi mahasiswa baru UMM, untuk memotivasi mereka. Dan yang paling terbaru saya ini terpilih  menjadi Ketua Ikatan Alumni UMM Malang Jawa Timur,” ungkapnya.
Juga sebagai bagian kedekatannya dengan Muhammadiyah, dia mengaku dalam waktu dekat akan ada kegiatan IMM Jawa Timur yang akan diselenggarakan di Pamekasan. Badrut Tamam mengaku menyediakan tempat Pendopo Ronggosukowati dan tempat penginapan untuk kegiatan tersebut. (mas)