AHS, Upaya Berdayakan Perempuan lewat Usaha Mikro

Salah satu peserta program AHS dengan usahanya.

SURABAYA (global-news.co.id) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak berkomitmen akan terus mendukung partisipasi perempuan dalam sektor ekonomi melalui berbagai cara. Salah satunya dengan membuka jalan agar lebih banyak perempuan pelaku UMKM (usaha milro kecil dan menengah).

Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat KPPPA, Indra Gunawan SKM MA, mengatakan hal itu dalam webinar bertema “Pemberdayaan Perempuan melalui Usaha Mikro dalam Mendukung Ekonomi Keluarga” yang digelar Danone-Aqua, Selasa (13/10/2020).

“Partisipasi perempuan dalam ekonomi dapat memacu produktivitas dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Untuk diketahui, hampir 60% pelaku usaha mikro adalah perempuan,” ujarnya.

Diungkapkan, saat resesi ekonomi tahun 1998 lalu, usaha mikro sangat menopang keberlanjutan perekonomian. Begitu pun di masa pandemi Covid-19, ketika upaya-upaya yang dilakukan banyak yang dibatasi harus dari rumah, sesuai protokol kesehatan, sehingga banyak usaha yang dilakukan dari rumah.

“Kaum perempuan tentunya juga tak ingin jauh dari keluarga dalam upaya membantu perekonomian keluarga,” lanjut Indra.

Perempuan sendiri punya peran yang sangat penting ketika berbicara tentang kebaikan keluarga dan masyarakat. Karena itulah penting memberi bekal untuk memberdayakan mereka.

Sejalan dengan agenda KPPPA untuk melibatkan lebih banyak lagi perempuan di sektor ekonomi, Danone-Aqua menggelar program Aqua Home Service (AHS). Lewat program yang digelar sejak 2008 ini, para ibu rumah tangga mendapatkan bekal pengetahuan berbisnis agar dapat memulai usaha mikronya sendiri. Di antaranya bagaimana cara pengelolaan keuangan, pelayanan konsumen, dan pemasaran. Dengan begitu mereka bisa ikut membantu ekonomi keluarga di masa pademi yang penuh tantangan seperti sekarang ini.

Emerging Channel Director Danone-Aqua, Ratih Retno, berharap, lewat program AHS ini para peserta  dapat langsung berpraktik sebagai Duta Kebaikan bagi lingkungan dan keluarganyanya sekaligus mengambil peran sebagai distributor mikro produk minuman kemasan ini sehingga dapat membantu perekonomian keluarga.

“Program AHS adalah wujud komitmen kami untuk senantiasa menyajikan kebaikan alam dan kebaikan hidup kepada lebih banyak keluarga Indonesia. Harapannya akan ada lebih banyak perempuan yang terinspirasi untuk lebih berdaya dan memperkuat ekonomi keluarga,” kata Ratih.

Mantan artis cilik Tasya Kamila yang juga jadi pembicara dalam webinar mengatakan, dirinya yakin kaum perempuan kuat, bisa mengatasi masalah ekonomi keluarga tanpa mengabaikan tugas sebagai istri dan ibu rumah tangga.  Yang terpenting komunikasi dengan suami. “Apa saja yang disepakati dengan suami harus jelas. Saya percaya, sebagai perempuan, kita memiliki andil penting dalam mendorong kemajuan ekonomi keluarga,”ujarnya.

“Dengan berbisnis, kita dapat membuktikan kemampuan dalam menghadapi tantangan yang ada dan juga dapat menebar kebaikan di masyarakat melalui bisnis kita. Saya rasa Ibu-Ibu AHS beruntung memiliki komunitas yang solider, sehingga dapat saling mendukung dikala waktu sulit,” lanjutnya.

Saat ini, AHS memiliki lebih dari 8.000 anggota yang mayoritasnya adalah ibu rumah tangga dari berbagai provinsi di Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Bali. Program  ini diharapkan terus berkembang ke lebih banyak wilayah di Indonesia agar lebih banyak perempuan dapat menjalankan usaha mikro dan memperkuat ekonomi keluarga.ret