Tak Terserap Maksimal, Pemerintah Akui Salah Hitung Anggaran Pemulihan Ekonomi

Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sekaligus Wamen BUMN Budi Gunadi Sadikin

JAKARTA (global-news.co.id)  —  Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sekaligus Wamen BUMN Budi Gunadi Sadikin mengaku bahwa pemerintah salah menghitung besaran anggaran untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN). Kesalahan hitung terjadi pada pos subsidi UMKM.
Kesalahan tersebut membuat anggaran yang disediakan terlalu besar, mencapai Rp 35 triliun. Akibat kesalahan itu realisasi penggunaan anggaran hingga saat ini baru Rp 3 triliun.
“Program subsidi bunga UMKM budget (anggaran) Rp 35 triliun, tapi baru terserap Rp 3 triliun padahal disalurkan kredit ke-8 juta pengusaha UMKM. Besar sekali, kami lihat kurang tepat hitungan di awal, pagu terlalu besar jadi realisasi penyerapan kecil sekali,” katanya pada diskusi daring Bantuan UMKM, Sudah Efektifkah, Jumat (4/9/2020).
Ia memproyeksikan hingga akhir tahun pagu hanya akan terserap maksimal Rp 10 triliun, sehingga masih akan ada sekitar Rp 25 triliun dana yang menganggur. Dana berlebih tersebut disebutnya akan disubsidi silang untuk program UMKM lainnya.
Salah satunya yaitu program Banpres Produktif untuk Usaha Mikro (BPUM) senilai Rp 2,4 juta. Budi menuturkan bahwa Banpres laris manis. Semenjak diluncurkan pada 24 Agustus lalu, realisasi telah mencapai 61 persen.
Sementara, untuk program keluarga harapan (PKH), per Jumat (4/9/2020), realisasi mencapai 71 persen dari pagu anggaran sebesar Rp 37,4 triliun. Diharapkan, hingga Desember, realisasi dapat mencapai 100 persen.
Dari total pagu anggaran PEN yaitu Rp 695 triliun, sekitar Rp 488 triliun di antaranya merupakan tanggung jawab Satgas PEN yang ditargetkan terserap seluruhnya hingga akhir tahun ini.
Untuk pagu perlindungan sosial, hingga kini dinyatakan pagu terserap sebesar Rp 114,11 triliun atau 55,68 persen. Diikuti dengan realisasi insentif UMKM sebesar Rp 58,53 triliun dari total pagu Rp 123,46 triliun.
Sedangkan, untuk pos sektoral K/L dan Pemda dari total pagu sebesar Rp 106,05 triliun realisasi baru sebesar Rp 17,86 triliun atau setara 16,84 persen. Terakhir, untuk pembiayaan korporasi realisasi masih 0 persen dari dana utuh Rp 53,6 triliun.
Dari total tanggung jawab pagu sebesar Rp 448 triliun tersebut, Budi menyebut total penyerapan hingga saat ini sebesar Rp 190,5 triliun. Artinya, masih ada pagu senilai Rp 257,5 triliun.
Meski masih rendah, namun ia optimistis target dapat dicapai. Sebab, pada minggu ini pencairan tercatat sebesar Rp 22,5 triliun. Jika realisasi tak kendor, ia menyebut dalam 16 minggu terakhir 2020, seluruh anggaran dapat tersalurkan.
“Dulu (penyaluran) memang agak lambat. Tapi sekarang track (lacak), minggu ini bisa cairkan Rp 22 triliun, jadi kalau ada 4 bulan lagi kali 4 minggu, 16 minggu ini harusnya bisa terkejar,” imbuhnya. dja, ins, cnn