Tak Ingin Anak Khawatir, Umi Pipik Rahasiakan Penyakitnya

Umi Pipik didampingi Abidzar saat berbintang dengan Ashanti dan Aurel di kanal YouTube keluarga Anang Hermansyah.

JAKARTA (global-news.co.id) – Tak ingin membuat anak-anaknya khawatir, Umi Pipik merahasiakan penyakitnya yang dideritanya. Diam-diam, istri almarhum Ustadz Jefri Al Buchori ini ternyata mengidap penyakit tumor kelenjar getah bening.

Dia baru mengungkapkan saat berbincang dengan Ashanty dan Aurel di kanal YouTube keluarga Anang Hermansyah. “Sempat ada kayak tumor kecil gitu, kelenjar getah bening di leher,” ungkap Umi Pipik yang hadir bersama anaknya, Abidzar Al Ghifari.

“Sama tulang ekor, jatuh di tangga,” tambah perempuan yang dilahirkan dengan nama Pipik Dian Irawati Popon.

Semua itu sengaja tak diceritakan pada anak-anaknya karena dia memang tidak ingin anak-anak mengetahuinya. “Jadi, punya masalah apa pun, aku nggak pernah cerita ke anak-anak. Sebisa mungkin diatasi sendiri, nggak mau nyusahin anak atau bikin anak makin sedih,” terang ibu lima anak ini.

Umi Pipik mengaku akan terus berdoa agar diberikan kesehatan. Bukan cuma itu, ia juga memohon agar terus diberikan rezeki agar bisa membelikan rumah untuk anak-anaknya karena kediamannya terdahulu dibakar seseorang. “Saya berdoa, ‘Ya, Allah. Kasih saya rezeki terus supaya bisa membangunkan rumah buat mereka.’ Alhamdulillah, Allah buka pintu rezeki terus, dimudahin,” ujarnya.

“Terus minta lagi, nih, ‘Ya, Allah. Dalam kondisi saya, ya, kadang sakit, ya, kadang seperti ini, kepingin agar (Allah) panjangkan umur saya bisa sampai melihat mereka nikah,’ gitu,” lanjut Pipik sambil menangis.

Air matanya semakin deras ketika membayangkan anak-anaknya harus menikah tanpa kehadiran kedua orang tuanya. “Ngebayangin aja kalau misalnya mereka nikah nggak ada kedua orangtuanya. Harapannya, ya, mereka baik-baik saja semua,” kata perempuan kelahiran 26 November 1977 ini.

Abidzar pada kesempatan yang sama mengungkapkan ia mengetahui ibundanya sakit dari hasil rontgen yang ditemukan di atas meja makan. Saat itu, ia baru pulang dari kegiatannya larut malam. “Aku bilang, ‘Kalau ada apa-apa, ngomong. Biar enak ke depannya.’ Umi, kan, egoisnya tinggi banget. Tapi, kan, tetap harus ngomong sama anaknya, apalagi single parent,” pungkasnya.det,ret