Serahkan Sertifikat Tanah Warga, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Legalitas Kepemilikan

Gubernur Khofifah menyerahkan secara simbolis sertifikat tanah kepada sepuluh orang warga di Kabupaten Pasuruan baik itu berupa tanah sawah, perkebunan hingga rumah hunian, Senin (28/9/2020).

PASURUAN (global-news.co.id) – Setelah   melaunching   Program   Trijuang bersama Menteri ATR RI di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Jumat lalu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menekankan pentingnyaprogram   legalitas   kepemilikan   tanah     khususnya   dalam   akselerasi   percepatan melalui program  Trijuang. Dia berharap program ini untuk dilakukan percepatan  hingga ke pelosok daerah. Untuk itu, bersama Ka Kanwil BPN Jatim Jonahar M,Ec Dev, Khofifah pun turun langsung ke masyarakat hingga pelosok pedesaan  guna memastikan jalannya Program Trijuang di Dusun Biru, Desa Randugong, Kec. Kejayan, Kab. Pasuruan, Senin (28/9/2020) siang.

Dalam  kesempatan   tersebut,   Khofifah   juga  menyerahkan   secara   simbolis  sertifikat tanah kepada sepuluh orang warga di Kabupaten Pasuruan baik itu berupa tanah sawah, perkebunan hingga rumah hunian. Orang nomor satu Jatim ini menyebutkan jika melalui program Trijuang yang terdiri dari tiga elemen yaitu Kepala Desa, Kepala Kantor Pertanahan dan Kepala Daerah ini bisa menjadi kesempatan bagi masyarakat dan perangkat daerah untuk menata administrasi khususnya bidang pertanahan lebih terintegrasi dan lebih cepat.”Ini momentum yang tepat untuk menata admistriasi pertanahan di wilayah berbasis desa, jangan sampai ada lahan dan datanya tidak sama atau tidak tercatat,” tutur Khofifah.

Tak  hanya   itu,  melalui   kesempatan   ini,  Gubernur   Khofifah  menyampaikan  pesan khusus   kepada   para   Kepala   Desa   untuk   memastikan   setiap   fasilitas   umum   di wilayahnya seperti musala hingga madrasah bisa tersertifikat. “Saya   minta   tolong,   misal   ada   musala,   masjid   dan   tempat   ibadah   lainnya, madrasah yang belum ada sertifikatnya tolong untuk dikoordinasikan dengan kepala kantor pertanahan dan kepala daerah,” imbuh Gubernur perempuan pertama Jatim ini.

Bersama   ketiga   elemen   ini,   dia   kembali   meyakinkan   masyarakat   untuk   terus membangun   kebersamaan   demi   Jawa   Timur   yang   lebih   maju   dengan   lahan tersertifikat lebih lengkap dan cepat. “Inilah   format   kebersamaan   kita   supaya   kita   menjadi   satu   kesatuan   untuk   maju, sehat dan sejahtera,” tuturnya kembali.

Minta Awasi Penggunaan Dana Bansos

Tak   hanya   penekanan   program     Trijuang   ATR/   BPN ,   \   Khofifah meminta untuk memperhatikan penggunaan dana bansos. Dia meminta agar aparat desa dan pemerintah kab/kota untuk ikut mengawasi penggunaan dana bansos. Pengawasan,bukan hanya selektif terhadap penerima bansos tapi juga setelahnya. Dengan  mudahnya   masyarakat   mengakses  teknologi   internet,  Khofifah khawatir apabila ada  penerima dana bansos menyalahgunakan untuk hal yang tidak baik. Sebagai contoh, digunakan untuk judi online. “Banyak modus judi online seperti togel, bermain kartu online dan sebagainya. Oleh sebab itu, mohon ada pengawasan bagi penerima dana bansos untuk dipergunakan sebagai   mana   mesti   nya.   Untuk   menambah   gizi   keluarga   serta   menambah kebutuhan sekolah putera- puterinya,” ungkapnya.

Pada   kesempatan   tersebut,       Khofifah   menyerahkan   Bantuan   Keuangan Khusus   (BKK)   Jatim   Puspa   kepada   Desa   Kambingan   Rejo   sebesar   Rp 211.875.000,   Desa   Kedawung   Wetan   sebesar   Rp  261.625.000,   Desa   SumberDawesari   sebesar   Rp 253.750.000,   Desa   Wot   Galih   sebesar   Rp 206.625.000, Desa   Sedarum   sebesar   Rp 211.875.000,   Desa   Sumber   Anyar   sebesar   Rp 240.625.000 dan Desa Watuprapat sebesar Rp 232.750.000

Bantuan Keuangan Khusus (BKK) BUM Desa sebesar Rp 50 juta bagi masing -masing desa juga diserahkan Khofifah , yaitu kepada  Desa Podokoyo, Desa Pleret, Desa Sumber Rejo, dan Desa Tambaksari. Selanjutnya, Diserahkan BLT DD bagi 5 orang dari Desa Randugung Kec. Kejayan. Gubernur Khofifah jugamenyerahkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) Kab Pasuruan kepada Aidzin/Sekretaris Desa, Lindah Nur Karimah/Guru, Batinatul Musripah/Guru, Khusnul Hotimah/Guru dan Iza Afkarina/Guru.

Khofifah   juga   berkesempatan   memberikan   Santunan   BPJS   Ketenagakerjaan kepada PT   ALP   PETRO   INDUSTRY   An   Riza   Widiana,  ahli   waris   dari   Adriyan Junianto   sebesar   Rp  93.589.010,   tenaga   kontrak   Dinsos   Kota Pasuruan   An Bambang   Efendi, ahli  waris  Maulil  Chameyah  sebesar   Rp  42.000.000   dan  PT MURNI MAPAN MAKMUR An Moh Munip,  ahli waris Uswatun Hashanah sebesarRp 243.360.780. sir, tri