Kota Malang Kembali Zona Merah, Akses Jalan Kota Akan Ditutup

 

Salah satu jalan di Kota Malang ditutup saat diberlakukan PSBB.

MALANG (global-news.co.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana membatasi kegiatan warga, dengan menutup sejumlah akses jalan saat akhir pekan. Hal ini untuk menekan angka kasus Covid-19 di Kota Malang yang terus meningkat hingga menjadikan kota ini kembali masuk zona merah penyebaran virus Corona.

“Pak Walikota juga sepakat adanya pembatasan kegiatan untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kota Malang yang masih di zona merah,” kata Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata melalui pesan singkat, Rabu (23/9/2020).

Leonardus mengatakan, model pembatasan kegiatan warga kali ini sama dengan penutupan akses jalan untuk physical distancing di awal pandemi Covid-19 pada April lalu. Ketika itu, akses Jalan Ijen dan Jalan Veteran ditutup total di jam-jam tertentu. “Hampir sama seperti di awal pandemi, pembatasan kegiatan pada Hari Sabtu dan Minggu di beberapa ruas jalan,” jelasnya.

Selain melakukan penutupan akses jalan, sejumlah rencana penyemprotan disinfektan juga bakal dilakukan di ruas jalan protokol Kota Malang. Upaya tersebut memang mengulang apa yang sudah dilakukan pada awal pandemik Covid-19. “Kami sudah siapkan juga untuk penyemprotan jalan dengan disinfektan. Sama seperti saat mulai pemberlakuan sosial distancing beberapa waktu lalu,” imbuhnya.

Sejauh ini, pihak kepolisian masih berkoordinasi dengan Forkopimda Kota Malang yang lain sebelum menjalankan rencana tersebut. Namun, Leonardus menuturkan, bahwa rencana penutupan jalan pada jam tertentu itu masih akan dilakukan untuk dua jalan protokol yakni Jl. Veteran dan Jl Ijen. Teknis pelaksanaan juga diperkiraan hampir sama dengan saat awal pemberlakuan hal serupa awal pandemi lalu. “Rencananya dua jalan itu yang akan ditutup dengan jadwal tertentu. Tetapi kami masih koordinasikan dengan Forkopimda yang lain,” sambungnya.

Meski sudah memiliki gambaran jalur yang akan dilakukan pembatasan, Leo menambahkan akan tetap melakukan survei terlebih dahulu. Hal itu untuk memastikan bahwa program yang disiapkan tersebut bisa berjalan efektif. Utamanya dalam rangka membatasi aktivitas masyarakat dengan tujuan akhir menurunkan angka kasus Covid-19. “Memang kemungkinan masih Jl. Ijen dan Jl. Veteran. Tetapi kami akan lakukan survey dulu,” tuturnya.

Rencana penutupan jalan tersebut juga dibenarkan Walikota Malang Sutiaji. Ia menyatakan, gerakan ini untuk mempertahankan ritme pendisiplinan penegakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Sehingga diharapkan angka penyebaran kasus bisa ditekan.

Apalagi, sekarang penggunaan masker bagi warga Kota Malang yang beraktivitas, semakin terlihat lebih meningkat dibandingkan sebelum adanya operasi yustisi. “Itu kan gerakan kita secara masif yang kita terapkan (penutupan akses jalan) untuk mempertahankan ritme. Sekarang kan sudah mulai terpantau, upaya itu harus kita gencarkan supaya tidak ada fluktuasi lagi,” ujarnya saat ditemui di Balai Kota Malang, Rabu (23/9/2020).

Penutupan akses jalan ini akan dijalankan dalam dua sesi. Di pagi hari, antara pukul 06.00 hingga pukul 10.00 dan malam hari pukul 19.00 hingga 24.00. Selama pemberlakuan akses penutupan jalan, masyarakat diharapkan mengurangi aktivitas bepergian keluar rumah dan menghindari aktivitas di area yang mengundang kerumunan massa.

Pasalnya, hingga kini meski penambahan tak begitu signifikan, tapi angka total kasus masih tinggi. Hingga kemarin (Selasa, 22/9/2020) jumlah kasus telah mencapai 1.747. Rinciannya, pasien yang telah meninggal dunia sebanyak 167, pasien sembuh 1.272, dan yang masih dalam pemantauan atau perawatan ada 308.

Di samping melakukan penertiban yustisi dengan pengenaan sanksi denda, dalam waktu dekat jajaran tim operasi gabungan TNI, Polri hingga Satpol PP akan kembali memberlakukan penutupan jalan. tim, mlv, kcm