Kelana Ditunda, Gus Ipul Tak Muluk-muluk

KPU Kota Pasuruan menetapkan Raharto Teno Prasetyo-Hasjim Asjari (Teno-Hasjim) dan Saifullah Yusuf-Adiwibowo (Gus Ipul-Mas Adi) sebagai pasangan calon (paslon) dalam Pilwali Pasuruan 2020, Rabu (23/9/2020). Gus Ipul merupakan Mantan Wakil Gubernur Jatim.

 

SURABAYA (global-news.co.id) – Sebanyak 19 KPUD di Jawa Timur sudah menetapkan calon pilkada serentak, Rabu (23/9/2020). Selanjutnya KPU di masing-masing daerah akan melakukan pengundian nomor urut pada Kamis  (24/9/2020) esk. Sedang kampanye dimulai Sabtu 26 September selama 71 hari.

Untuk itu calon bupati/wakil bupati petahana pun sudah mulai cuti pada Jumat  25 September. Beberapa kepala daerah yang merupakan petahana dan maju pada Pilkada serentak 2020 di antaranya Bupati Malang M Sanusi, Bupati Jember Faida, Walikota Blitar Santoso, Bupati Blitar Rijanto, dan Bupati Mojokerto Pungkasiadi. Sementara 19 kabupaten/kota yang menggelar pesta demokrasi 2020 antara lain Sumenep, Trenggalek, Surabaya, Banyuwangi, dan Kabupaten Blitar. Kemudian Kota Blitar, Kabupaten Malang, Ngawi, Kabupaten Mojokerto, Kota Pasuruan, Tuban, Lamongan, Ponorogo, Pacitan, Sidoarjo, Jember, Situbondo, Gresik, dan Kabupaten Kediri.

Yang menarik KPU Kota Pasuruan menetapkan Raharto Teno Prasetyo-Hasjim Asjari (Teno-Hasjim) dan Saifullah Yusuf-Adiwibowo (Gus Ipul-Mas Adi) sebagai pasangan calon (paslon) dalam Pilwali Pasuruan 2020. Gus Ipul merupakan Mantan Wakil Gubernur Jatim. “Alhamdulillah kedua bapaslon sudah kita tetapkan sebagai pasangan calon,” jelas Ketua KPU Kota Pasuruan Royce Diana Sari, Rabu (23/9/2020).

Royce menambahkan, setelah tahapan penetapan, kedua pasangan calon akan mengikuti tahapan pengundian nomor urut yang akan diselenggarakan Kamis (24/9/2020) di Hotel Horison. Setelah itu, kedua pasangan calon akan memasuki tahapan kampanye pada 26 September 2020. “Berarti setelah ini kedua paslon sah melakukan tahapan berikutnya, yaitu pengundian nomor urut, kemudian kampanye,” ungkap Royce.

Terkait persiapan pengundian nomor urut, kedua cawali baik Teno ataupun Gus Ipul tidak muluk-muluk untuk menginginkan nomor tertentu. “Semua nomor sama saja,” ucap Teno melalui sambungan selular. “Nomor berapa saja kita terima,” tandas Gus Ipul dikonfirmasi terpisah.

Penetapan Kelana Ditunda

Pilkada Sidoarjo ada satu pasangan calon yang ditunda penetapannya. Yakni pasangan Kelana Aprilianto-Dwi Astutik yang diusung PDI Perjuangan dan PAN.

Sementara di Pilkada Sidoarjo ada satu pasangan calon yang ditunda penetapannya. Yakni pasangan Kelana Aprilianto-Dwi Astutik yang diusung PDI Perjuangan dan PAN.

Untuk itu Ketua KPU Kabupaten Sidoarjo M Iskak mengatakan, pasangan calon yang sudah ditetapkan masing-masing Bambang Haryo Sukartono-Taufiqulbar diusung Partai Gerindra, PKS, Golkar, PPP dan Demokrat. Kemudian pasangan calon Ahmad Muhdlor Ali-Subandi diusung PKB. ”Sedang pasangan Kelana Aprilianto-Dwi Astutik yang diusung PDI Perjuangan dan PAN belum ditetapkan karena masih proses verifikasi administrasi pencalonan. Melalui sidang pleno yang dilaksanakan di kantor KPU Sidoarjo saat ini dua paslon secara resmi ditetapkan KPU untuk bersaing di Pilkada Sidoarjo 2020,” terang M Iskak pada Rabu (23/9/2020).

Dia mengatakan, belum ditetapkannya Kelana Aprilianto-Dwi Astutik setelah awal pemeriksaan kesehatan yang bersangkutan dinyatakan positif Covid-19 dan harus menunggu masa isolasi. ”Senin (21/9/2020), pasangan Kelana-Dwi Astutik baru bisa dilakukan proses pemeriksaan kesehatan dan sekaligus verifikasi berkas calon. Rabu hari ini (23/9/2020), dilakukan verifikasi syarat calon selama dua hari. Kemudian baru dikembalikan kepada calon untuk dilakukan perbaikan sampai 27 September,” ujar M Iskak.

Dia menjelaskan, setelah itu baru ditetapkan sebagai calon pada 28 September jika dari hasil tes kesehatan dan verifikasi administrasi sudah tidak ada persoalan. ”Kamis (24/9/2020) kami akan melakukan pengundian nomor urut pasangan calon yang hari ini sudah ditetapkan di salah satu hotel di Sidoarjo,” kata M Iskak.

Untuk menjaga protokol kesehatan, dia meminta kepada masing-masing pasangan calon untuk membawa maksimal 10 orang pendamping dari unsur ketua dan sekretaris partai. ”Hal itu sudah kami komunikasikan dengan penghubung dan juga pasangan calon,” katanya. nas, cty, wis