Gubernur Khofifah Terima Bantuan APD dari BCA Melalui Benihbaik.com

Bantuan APD diberikan oleh BCA melalui Benihbaik.com yang diterima oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Rabu (2/9/2020).

BANYUWANGI (global-news.co.id) – Bantuan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis dan paramedis di wilayah Jawa Timur terus mengalir. Kali ini bantuan APD diberikan oleh BCA (Bank Central Asia) melalui Benihbaik.com yang diterima langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Rabu (2/9/2020).  “Terima kasih untuk BCA melalui Benihbaik.com atas bantuan APD untuk wilayah Jawa Timur. Bantuan ini disalurkan pada 81 Puskesmas di Surabaya dan Sidoarjo,” kata Khofifah di Banyuwangi melalui pertemuan virtual.

Ia menjelaskan, ada istilah gas dan rem seperti yang dijelaskan Presiden Jokowi. “Kapan kita harus tancap gas untuk pemulihan ekonomi di tengah pandemi COVID-19 dan kapan harus mengerem untuk melakukan evaluasi dampak sosial ekonominya,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan penanganan COVID-19 yang diberikan untuk Jawa Timur sangat berarti. “Bantuan ini sebagai bentuk wujud kebersamaan dan kegotongroyongan sebagai Bangsa Indonesia dengan saling membantu,” jelasnya.

Pendiri Benihbaik.com, Andy F Noya menuturkan, bantuan yang diberikan dari BCA berupa APD untuk 81 puskesmas ini memang belum sebanding dengan jumlah pasien COVID-19 di Jawa Timur. Namun, ia mengapresiasi kebesaran dan kerendahan hati Gubernur Khofifah dalam menerima bantuan APD. “Saya pernah pengalaman dengan Bupati dan Walikota atau bahkan setingkat Gubernur yang menolak bantuan yang kami serahkan. Mereka dengan tinggi hati menolak karena mungkin bantuan ini dianggap merendahkan mereka, padahal di belakang itu masih banyak kasus dan persoalan COVID-19,” ujarnya.

Namun, lanjut dia, Bu Khofifah dengan sangat terbuka menerima bantuan yang disalurkan BCA melalui Benihbaik.com. “Seperti Bu Khofifah bilang, ini bentuk kebersamaan dan kegotongroyongan dalam menangani pandemi,” ungkapnya.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengaku, penyaluran bantuan untuk Jawa Timur karena kondisi COVID-19 di Jatim yang masih cukup tinggi. “Tentunya selain DKI Jakarta, bantuan kami prioritaskan untuk Jawa Timur,” katanya.

Ia berharap, APD untuk 81 Puskesmas wilayah Surabaya dan Sidoarjo tersebut dapat melindungi para tenaga medis dan paramedis dalam menangani pasien COVID-19.  tyo