Datangi PT KAI , Pedagang Pasar Turi Tuntut Kejelasan Nasib

Tiga perwakilan pedagang Pasar Turi III diterima manajemen PT KAI Daop 8 Surabaya, Kamis (17/9/2020).

SURABAYA (global-news.co.id)  – Sejumlah perwakilan pedagang Pasar Turi III mendatangi PT KAI Daop 8 Surabaya, Kamis (17/9/2020). Mereka resah akan keberadaan pasar ini yang tak kunjung dibangun pasca kebakaran beberapa tahun lalu.
Paguyuban pedagang juga sudah menggandeng dan menunjuk sendiri investor yang menjembatani nasib mereka usai kebakaran beberapa tahun lalu. Investor ini juga sudah sepengetahuan PT KAI.
“Kami berharap PT KAI segera menetapkan investor yang sudah pro pedagang. Investor itu sebaiknya yang sudah jelas kiprah dan prestasinya. Kami sudah percaya dengan investor selama ini,” kata Hariyanto Tansil, Ketua I Paguyuban Pedagang Pasar Turi, Kamis (17/9/2020).
Selain Hariyanto ada juga Yusuf Tanuwijaya dan Rifai, ketua dan Sekretaris Paguyuban Pasar Turi. Mereka mewakili 1.029 pedagang Pasar Turi mendesak PT KAI selaku pemilik lahan Pasar Turi tahap III untuk menjelaskan keresahan pedagang.
Mereka kaget mendengar informasi kalau ada investor baru yang tidak jelas kiprah dan track recordnya hendak melanjutkan Pembangunan Pasar Turi. Pedagang sebenarnya ingin demo ke KAI. Namun polisi melarang karena pandemi.
“PT KAI sendiri yang meminta bantuan pedagang untuk menunjuk investor yang nanti bisa melanjutkan Pembangunan. Akhirnya kami memilih PT Danadipa Bertu Perkasa. Kami minta kebaikan hati PT KAI,” kata Yusuf.
Rifai menambahkan bahwa semua pedagang juga sudah sepakat hingga  menetapkan range harga penjualan pasar per meter. Antara Rp 10 juta hingga Rp 25 juta.
Saat Pasar Turi Tahap III terbakar  mereka baru tahu kalau lahan pasar itu milik PT KAI. Semula menduga lahan milik Pemkot Surabaya. Saat ini lahan sudah berkekuatan hukum tetap sehingga PT KAI akan mengelola dan mengembangkannya.
Tiga perwakilan pedagang Pasar Turi itu diterima manajemen PT KAI Daop 8 Surabaya.
Usai pertemuan, Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Suprapto menjelaskan bahwa pedagang meminta kejelasan soal rencana kelanjutan Pasar Turi III.
Saat ini diakui bahwa proses pembangunan tengah berjalan. Baru sampai pada beauty contest lelang.
“Semuanya harus sesuai mekanisme perundangan. Namun ini adalah wewenang kantor pusat. Pusat akan lakukan validasi mengenai kredibilitas calon investor agar tidak muncul permasalahan di kemudian hari,” kata Suprapto.
PT KAI selaku pemilik lahan di Pasar Turi III itu sedang menjalin kerjasama untuk pemanfaatan aset. Namun untuk jelasnya, Suprapto meminta menunggu pertemuan virtual dengan PT KAI pusat dengan pedagang Selasa depan. pur