Beri Arahan Gubernur se-Indonesia, Jokowi Wanti-wanti Kuartal III Bisa Resesi

Dok
Presiden Jokowi

JAKARTA (global-news.co.id) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi arahan kepada seluruh gubernur di Indonesia secara virtual. Dalam arahannya, Jokowi mengingatkan ekonomi Indonesia bisa masuk resesi jika pertumbuhan di kuartal III kembali minus.

Seperti diketahui pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II, ekonomi Indonesia tumbuh minus 5,3%. “Kita masih punya kesempatan di September ini. Kalau kita masih berada pada posisi minus, artinya kita masuk ke resesi,” katanya saat memberikan arahan secara virtual, Selasa (1/9/2020).

Dia pun kembali memerintahkan agar belanja APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) segera dilakukan. Terutama yang berkaitan dengan barang jasa, modal dan bansos. “Ini betul-betul disegerakan. Sehingga bisa meningkatkan konsumsi masyarakat dan memulihkan ekonomi di daerah,” ujarnya.

Jokowi menyebut dari data per 27 Agustus rata-rata belanja provinsi secara nasional ada di angka 445. Sementara untuk kabupaten/kota mencapai 48,8%. Beberapa daerah yang belanjanya sudah cukup tinggi antara lain Sumatera Barat yang mencapai 52%. Lalu Provinsi DKI Jakarta untuk belanja barang jasa 78% dan belanja modal 92%.  “Saya kira yang lain-lain tolong. Terutama yang berada di angka-angka masih 15%, 10%. Apalagi bansos masih 0% itu betul-betul dilihat benar angka-angka ini. Tolong betul-betul angka-angka ini diperhatikan sehingga realisasi untuk pengadaan barang dan jasa, belanja modal, belanja bansos benar-benar segera terealisasi,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu Jokowi juga meminta seluruh gubernur untuk selalu memperhatikan pergerakan data kasus COVID-19 di wilayahnya masing-masing. Dia mengingatkan agar daerah yang kasusnya tinggi lebih hati-hati. “Saya kira marilah kita lihat, baik jumlah kasus kemudian jumlah yang sembuh dan jumlah yang meninggal semua angkanya datanya kita miliki harian. Jadi hati-hati untuk yang angkanya masih tinggi,” katanya.

Dia meminta para kepala daerah bekerja keras agar dapat menekan jumlah kasus COVID-19 di daerahnya masing-masing. Bahkan dia mengatakan, pemerintah siap membantu jika memang dibutuhkan. “Saya minta gubernur betul-betul bekerja keras dengan gugus tugas yang ada agar bisa ditekan angkanya. Kalau ada masalah-masalah yang memang pemerintah pusat harus bantu sampaikan kepada kita di pemerintah pusat terutamanya di komite dan gugus tugas kita,” ucapnya.

Jokowi juga mengingatkan, di beberapa negara kasus positif COVID-19 juga meningkat. “Hati-hati saat ini berbagai negara kembali menjadi terjadi tren peningkatan kasus positif. Baik di negara-negara Eropa dan juga di kawasan Asia. Oleh sebab itu kita harus hati-hati,” tuturnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengaku pada rapat terbatas kali ini sengaja mengundang para gubernur secara virtual. Hal ini dilakukan untuk kembali menyamakan frekuensi.  “Saya kembali mengundang bapak ibu para gubernur untuk menyamakan frekuensi agar gerak kita mulai dari pemerintah pusat, para menteri, para gubernur dan tentu saja para bupati/wali kota bahkan sampai kepala desa betul-betul sebuah langkah yang cepat, pergerakan yang semakin efektif. Itu yang kita harapkan,” tuturnya. dja, yan, sin