Tuntut Cabut Dua Perwali, Aliansi Pekerja Seni Surabaya Gelar Aksi Damai

Para pekerja yang tergabung dalam Asosiasi Pekerja Seni Surabaya (APSS) kembali menggelar aksi damai di Balaikota Surabaya, Rabu (12/8/2020).

 

SURABAYA (global-news.co.id) –Para pekerja hiburan yang tergabung dalam Asosiasi Pekerja Seni Surabaya (APSS) kembali menggelar aksi damai di Balaikota Surabaya, Rabu (12/8/2020).

Mereka menuntut pencabutan Perwali Nomor 28 dan Nomor 33 Tahun 2020 yang hingga saat ini belum mendapatkan respon dari Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Kali ini, APSS melakukan aksi damai dengan tema ‘Ngamen Massal’,  mereka melakukan aksi di 3 tempat, yakni depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, depan Gedung DPRD Kota Surabaya, dan depan Balaikota Surabaya.

“Kami kembali lagi kesini mendesak pencabutan Perwali 33 dan 28 Tahun 2020. Kali ini kami tambahkan tuntutan kami. Ingin berdialog langsung dengan Bu Walikota,” ujar Desy penyanyi Surabaya yang tergabung dalam Aliansi Pekerja Seni Surabaya ini.

Tidak hanya itu, pendemo juga mengancam akan menginap di Balaikota Surabaya, jika nantinya Pemkot Surabaya atau Walikota Risma tidak mencabut 2 Perwali tersebut. “Kami akan tidur di Balaikota Surabaya. Kami bertahan sampai ditemui Ibu Walikota,” tegasnya.

Dalam barisan unjuk rasa kali ini, terlihat kehadiran sejumlah anggota DPRD Surabaya, di antaranya Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti bersama Wakil Ketua Komisi A Budi Leksono. pur