Surabaya Kembali Zona Merah, INTI dan Seniman Ikut Bagi-bagi Masker

Istimewa
Pembagian masker di Pasar Kembang oleh INTI dan seniman Surabaya, Sabtu (22/8/2020).

SURABAYA (global-news.co.id)- Kembalinya Kota Surabayamenjadi zona merah COVID-19 menimbulkan keprihatinan banyak pihak. Padahal beberapa hari yang lalu, Kota Pahlawan sudah memasuki zona orange.
Banyak kalangan bergotong royong membantu pemerintah menekan penyebaran COVID-19 di Surabaya.
Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Surabaya Richard Susanto, menuturkan bahwa penanganan pandemi COVID-19 bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau kelompok, tapi menjadi tanggung jawab bersama supaya segera terbebas dari ancaman COVID-19.
“Untuk keluar dari krisis pandemi, ini tanggung jawab kita semua bukan kelompok,” katanya di sela kampanye dan pembagian masker di Pasar Kembang, Surabaya, Sabtu (22/8/2020).
Richard yakin, jika kebersamaan dan kesadaran masyarakat dalam menaati protokol kesehatan tinggi maka penularan wabah Corona bisa dibendung.
Karena itu pihaknya berinisiatif membagikan masker ke tempat-tempat yang dinilai rawan penularan, salah satunya pasar tradisional.
Pihaknya ingin mendorong para pedagang dan pengunjung supaya terus mengenakan masker dan berusaha menjaga jarak meskipun itu tidak mudah.
“Kita yakin bahwa kita pasti bisa bangkit kembali dengan mengikuti protokol kesehatan supaya perekonomian bisa jalan,” tegasnya.
Kampanye pencegahan virus Corona yang dilakukan INTI Surabaya bersama seniman Ludruk Meimura ini mendapatkan sambutan meriah dari masyarakat di pasar.
Kostum Ludruk dan parikan Meimura cukup menyedot perhatian. Dalam sekejab, sekitar 350 masker dan brosur sosialisasi new normal life ludes.
Meimura bersyukur semakin banyak kelompok masyarakat yang peduli terhadap pencegahan wabah COVID-19. Apalagi masyarakat juga antusias menerima masker yang dibagikan. Di Pasar Kembang ini, kata Mei, merupakan ke-15 kalinya ia melakukan sosialisasi dengan mengusung lakon monolog Ludruk Besut, Rusmini.
“Bapak, Ibu, Cak, Ning, Sing ayu, ngganteng, ojo lali nggawe maskere. Cuci tangan, jaga jarak, iku senjata ngelawan Corona, ” kata Mei. pur, ani, sin