Sidoarjo Zona Merah, Anggota DPRD Jalani Swab

 

Antara
Sejumlah anggota DPRD Sidoarjo saat menjalani tes swab di gedung dewan, Rabu (26/8/2020).

SIDOARJO (global-news.co.id) – Tingginya angka kematian di Sidoarjo, pada periode 17 – 23 Agustus 2020 akibat Covid-19, mendapat perhatian serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Bahkan, Tim Gugus Kuratif Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, menentapkan Sidoarjo masuk Zona Merah.

Apalagi, dalam beberapa hari kemarin, pelaksana tugas (Plt) Bupati Sidoarjo, H Nur Ahmad Syaifuddin juga meninggal akibat Covid-19. Dari catatan tim Gugus Kuratif Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, pada periode 17-23 Agustus 2020 tercatat ada 40 kasus kematian, dan kasus positif bertambah 522 kasus.

“Ya kasus kematian tinggi, penambahan kasus baru tinggi, akhirnya Sidoarjo tetap zona merah. Tapi tetap, penentuan zonasi adalah kewenangan pusat yang akan diupdate berkala pada hari Selasa di setiap minggunya,” terang Ketua Gugus Kuratif Percepatan Penanganan COVID-19 Jawa Timur, dr Joni Wahyuhadi, Rabu (26/8/2020).

Perubahan status Covid-19 di Sidoarjo langsung mendapat perhatian serius pemerintah kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. Rabu (26/8/2020), seluruh anggota DPRD Sidoarjo maupun staf sekretariat dewan (Setwan) di lingkungan gedung dewan ini, langsung menjalani tes swab. Pasalnya, sebelum Wakil Bupati Sidoarjo H Nur Ahmad Syaifuddin wafat, sempat mengikuti rapat paripurna di gedung dewan, pada Rabu (19/8/2020).

“Kemudian pada Sabtu (22/8) kami mendapatkan kabar kalau beliau (Nur Ahmad) meninggal dunia dengan hasil positif Covid-19. Hal itu kami lakukan sebagai upaya untuk mengendalikan penyebaran virus corona,” kata Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo Usman, Rabu (26/8/2020).

Ia menjelaskan, pihaknya memastikan pekerjaan di DPRD Kabupaten Sidoarjo tetap berjalan dan tidak ada kendala yang berarti akibat peristiwa tersebut. “Jika nanti memang ditemukan ada anggota yang positif terpapar virus COVID-19 maka harus dilakukan isolasi sesuai dengan protokol kesehatan yang ada,” ujarnya.

Ia mengatakan, di dalam lingkungan DPRD Kabupaten Sidoarjo juga masih diterapkan protokol kesehatan seperti memeriksa suhu tubuh siapapun yang masuk, dan memberikan cairan pembersih tangan. “Selain itu juga dilakukan penyemprotan cairan pembersih di setiap lokasi ruangan termasuk di ruang sidang paripurna,” ucapnya.

Plt Kabag Umum Sekretariat DPRD Sidoarjo M Rofik mengatakan, hari ini pihaknya mengajukan uji swab ke Dinas kesehatan untuk 160 orang. Namun Dinkes Sidoarjo hanya menyediakan uji swab sebanyak 100. “Semua anggota dewan hari ini melakukan uji swab. Sementara itu sisanya yang 50 untuk staf sekretariat dewan,” kata Rofik, Rabu (26/8/2020).

Hamzah Purwantodoyo dari partai PKB mengatakan pihaknya mengapresiasi tes swab ini karena dapat memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di DPRD Sidoarjo. “Kegiatan swab ini sangat bagus, dapat menghilangkan rasa curiga antar sesama anggota DPRD Sidoarjo,” jelas Hamzah.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo Syaf Satriawarman menegaskan, pihaknya akan melakukan tracing terhadap orang-orang yang berdekatan dengan almarhum Plt Bupati Nur Ahmad Syaifuddin. Selain 30 orang terdiri dari keluarga, dan orang yang ikut rombongan ke Jakarta, Dinkes juga mentracing dua orang tanpa memakai hazmat saat mendampingi peti jenazah dibawa menuju pendopo Pemkab Sidoarjo.

Saat peti jenazah keluar dari kamar mayat RSUD Sidoarjo, ada dua orang masuk ke ambulan. Mereka posisinya duduk di belakang di samping peti jenazah tanpa memakai baju hazmat. Saat ambulan tiba di Pendopo Pemkab Sidoarjo, dua orang tersebut terlihat turun dari ambulance.

“Ada dua orang yang ikut dalam satu mobil ambulance, dia posisinya berada di samping peti jenazah dan tidak memakai baju hazmat,” kata Syaf.

Pihaknya, jelas dia, sudah memerintahkan ke Puskesmas Kecamatan Waru untuk melacak dua orang tersebut. Setelah nanti ditemukan, secepatnya akan dilakukan swab. “Kemudian menunggu hasil swab, untuk melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing selama 12 hari,” tambah Syaf.

Dinkes Sidoarjo terus melakukan swab kontak erat. Swab dilakukan terhadap 30 orang di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Senin (24/8/2020). Mereka terdiri dari 22 orang yang menghuni rumah dinas termasuk keluarga dan 8 orang yang mengikuti perjalanan almarhum Wabup Bupati Sidoarjo ke Jakarta. Di antaranya ajudan, protokol, sopir, keamanan anak-anaknya hingga juru masak di rumah. sir, dtk, ara