Shell Cabut dari Blok Masela, Pemerintah Kecewa

Dok GN
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto

JAKARTA (global-news.co.id) –  Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto menyatakan mundurnya Shell Upstream Overseas Ltd. dari proyek Blok Masela tidak profesional sehngga membuat pemerintah kecewa. Pasalnya perusahaan tersebut mundur di saat proyek Blok Masela sudah menandatangani rencana pengembangan (Plan of Development/POD).
Kepala SKK Migas Dwi Sutjipto menjelaskan sebenarnya isu hengkangnya Shell dari proyek Blok Masela sudah berhembus sejak 2019. Hanya saja, waktu diklarifikasi saat itu Shell membantah. Namun demikian, ketika POD sudah disepakati, Shell kemudian menghembuskan isu tersebut dan kemudian mengajukan akses open data.
“Kami juga kirim surat ke Shell, bahwa pemerintah kecewa dengan langkah yang diambil. Kalau iya, lakukan secepatnya supaya bisa cepat sehingga tidak mengganggu proyek,” ujar Dwi di Komisi VII DPR RI, Senin (24/8/2020).
Menurut Dwi butuh sekitar 18 bulan untuk proses divestasi PI Shell di Masela.
Dalam rencana divestasi oleh Shell, proses pembukaan data telah diajukan dan telah mendapatkan persetujuan oleh Dirjen Migas dan BKPM. Namun, Shell masih berkomitmen untuk melanjutkan proyek tersebut selama masih menggenggam kepemilikan saham pada proyek tersebut. “Shell dalam suratnya selama dalam konsorsium Shell akan dukung proyek ini,” kata dia.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Migas Ego Syahrial mengungkapkan, terdapat 32 calon mitra yang sedang dalam proses pembukaan data untuk proyek Masela. Ego belum membeberkan secara rinci perusahaan-perusahaan tersebut yang sedang melakukan pendekatan. Namun, Ego menyebut perusahaan yang akan masuk dipastikan adalah perusahaan besar.
“Kita tidak tahu apakah dalam dan luar negeri cuman kalau kita bicara 32 ngertilah. Artinya kalaupun ada yang dalam negeri mungkin berapa buah. Siapa yang besar-besar Pertamina, Medco,” tandas dia. agk, sin