Raja’e Minta MTQ Bisa Bumikan Al-Quran dalam Perilaku Sehari-hari

Wabup Raja’e pukul bedug pembukaan MTQ ke XXIX.

 

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Wakil Bupati Pamekasan, Raja’e, meminta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus bisa membumikan Al-Quran dalam perilaku sehari-hari. Tidak hanya membumi dalam kontek bacaan, dalam konteks perlombaan, tetapi membumi dalam bentuk aktivitas kegiatan umat Islam sehari hari.
Raja’e mengemukakan hal itu pada saat memberi sambutan dalam acara Pembukaan MTQ ke XXIX tingkat Kabupaten Pamekasan yang diselenggarakan di halaman Nagara Bhakti Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Selasa (11/8/2020). MTQ ini dibuka dengan ditandai pemukulan bedug oleh Wabup Raja’e.
“Nilai yang diharapkan dalam MTQ yang dikuti oleh kalangan  generasi muda ini adalah munculnya generasi Qurani yang sesungguhnya yang  harus mampu mencerminkan nilai-nilai qurani. Bukan hanya bersifat formalitas dalam bentuk kegiatan  seremonial, namun terealisir dalam kehidupan rumah tangga  dan lingkungan sosial,” katanya.
Dia juga menekankan bahwa MTQ ke XXIX tingkat kabupaten ini merupakan titik awal untuk menyongsong MTQ ke XXIX tingkat propinsi akhir tahun 2021 nanti. Apalagi pada saat itu, kata dia,  Pamekasan ditunjuk oleh Jawa Timur untuk menjadi tuan rumah. MTQ hari ini, kata Raja’e, adalah momentum mempersiapkan diri menyongsong tilawatil quran ditingkat Jawa Timur tersebut.
Oleh karena itu, lanjutnya, penting untuk dihayati bagaimana MTQ tingkat kabupaten tahun ini bisa melahirkan bibit-bibit yang berkualitas,  yang professional, yang mampu bersaing secara sehat di level level yang lebih tinggi. Dia  juga mengapresiasi kepada Tim Pamekasan di  MTQ ke XXIX  ini, yang telah membimbing generasi qurani yang disiapkan menjadi kebanggaan bersama.
Terkait dengan upaya menciptakan generasi Qurani, Raja’e, mengungkapkan bahwa Pemkab Pamekasan kini telah menjalankan program beasiswa santri pada tahun anggaran 2020 ini, bagi santri yang berprestasi maupun santri pengkhafal Al Quran. Itu semua dilakukan sebagai  metode Pamekasan membumikan Al Quran di bumi Pamekasan.
”Kita bersama berharap bahwa dari musabaqah ke 29 ini nanti akan lahir generasi yang luar biasa, yang hafidz Al-Quran yang mengerti Al Quran yang bisa membumikan Al Quran di kota Gerbang Salam. Jadi tidak hanya istilah yang sering kita dengungkan sebagai Gerbang Salam, tapi betul betul mencerminkan nilai nilai Al Quran dalam kehidupan sehari hari,” ungkapnya.
Sementara itu Ketua Panita Pelaksana MTQ ke XXIX Pemkab Pamekasan Ir Totok Hartono MA, melaporkan pada pelaksanaan seleksi MTQ ke 29 kabupaten Pamekasan diikuti oleh 440 orang dari 10 cabang lomba yang merupakan utusan dari 13 kecamatan  se Pamekasan. Pelaksanaan kegiatan ini akan berlangsung sejak tanggal 11 sampai 13 Agustus 2020.
Sekedar diketahui pada MTQ ke XXVIII tingkat Jawa Timur Utusan Pamekasan berhasil meraih banyak medali, diantaranya tiga medali emas. Diantara peraih medali itu hingga saat ini ada yang yang berhasil bertahan masuk menjadi peserta pada MTQ tingkat nasional untuk cabang lomba takhfidz Al Quran 30 juz.(mas)