Raja’e Akui GMNI Banyak Sumbang Pemikiran Untuk Kemajuan Pamekasan

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Wakil Bupati Pamekasan, Raja’e,  Sabtu (29/8/2020) membuka Konferensi Cabang (Konfercab) ke IX, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Pamekasan, yang digelar hingga 31 Agustus mendatang. Acara pembukaan dirangkai dengan Diskusi Publik tentang masa depan pertanian Indonesia.
Selain dihadiri anggota dan pengurus GMNI, pembukaan Konfercab juga dihadiri pengurus organisasi kemahasiswaan lain diantaranya PMII, IMM dan HMI Pamekasan. Juga hadir para alumni GMNI.
Yang menarik juga diundang kalangan kelompok tani dari 13 kecamatan di Pamekasan untuk berdiskusi tentang masalah pertanian.
Dalam sambutannya Wabup Raja’e mengaku kagum akselerasi perkembangan GMNI di Pamekasan. Dia tidak mengira GMNI Pamekasan yang didirikan 17 tahun atau tepatnya tahun 2003 lalu itu, kini jadi organisasi mahasiswa ekstra kampus yang telah tumbuh subur dan  telah banyak melahirkan kader-kader yang militan.
“Sebelumnya tidak pernah saya bayangkan akan terjadi seperti ini, terimakasih kepada para alumni GMNI yang telah membimbing adik adik GMNI kader-kader GMNI para pejuang GMNI. Saya pakai narasi pejuang karena memang dari dulu narasinya yang dipakai adalah kata pejuang. Kini alumni GMNI banyak yang bisa menjadi orang besar,” katanya.
Raja’e yang mantan Ketua Umum HMI Cabang Pamekasan ini juga mengaku apresiatif dengan tema gerakan GMNI yang selalu membawa dan memperjuangkan kepentingan rakyat kecil,  atau kaum marhenis. Selaku mantan aktivis, Raja’e, juga mengaku sering mendiskusikan tentang masalah marhaenis itu bersama para aktivis GMNI hingga para alumni GMNI.
“Mohon maaf sebelumnya saya belum pernah berkumpul secara langsung model seperti ini, bahwa GMNI berjuang bersama petani dan tema hari ini tetap mengangkat petani. Dan ini nyata betul bahwa yang dilakukan oleh GMNI ini luar biasa bahwa GMNI tidah pernah berjuang sendirian sacara organisatoris tetapi selalu berjuang bersama rakyat,” ungkapnya.
Raja’e melihat di dekade tahun 2000-an sampai sekarang apa yang diperjuangkan oleh kader maupun alumni GMNI, telah menghasilkan pemikiran yang konstruktif untuk kemajuan pembangunan di Pamekasan.
“Tiada hari tanpa perjuangan dari teman-teman GMNI dan seluruh alumni yang terdistribusi di beberapa tempat. Ini luar biasa dan patut kita acungi jempol dan ini bisa kita tiru dari beberapa organisasi mahasiswa lainnya. Karena apa, karena kelompok ini adalah kelompok Cipayung yang dulu lahir dari anak kandung revolusi,” ungkapnya.
Raja’e mengaku sering berdiskusi dengan para alumni GMNI. Ada 3 basis utama yang menjadi landasan mitra perjuangan para kader GMNI.
Yang pertama memperjuangkan kepentingan  kaum proletar, kedua kaum tani melarat dan ketiga masyarakat  miskin lainnya.
GMNI dari dulu sampai sekarang tetap menjadi pejuang terdepan untuk masyarakat petani.
“Terimakasih kepada seluruh teman-teman GMNI dan para alumninya yang selalu mengadvokasi dan mengedukasi serta memberikan perlingdungan terhadap kaum tani di kabupaten Pamekasan. Di Pamekasan masih banyak masyarakat miskin yang sampai hari ini perlu kebersamaan antara kita, Pemkab Pamekasan, masyarakat dan stakeholder yang lain untuk mengentaskannya,” pungkasnya. (mas)