Pizza Hut Akan Tutup 300 Gerai, Indonesia Diklaim Masih Aman

Dalam beberapa bulan terakhir, Pizza Hut di Indonesia aktif turun ke jalan menggaet konsumen. Pasar yang lesu imbas pandemi corona membuat restoran cepat saji itu agresif memasarkan produknya.

JAKARTA (global-news.co.id) – Wabah pandemi corona mulai menelan banyak korban. Salah satu raksasa restoran cepat saji, Pizza Hut akan menutup hingga 300 gerainya secara permanen. Hal tersebut ditandai setelah pemegang waralaba terbesar restoran Pizza Hut di Amerika Serikat (AS) yakni NPC International mengumumkan kesepakatannya bersama Yum Brands untuk menutup seperempat gerai Pizza Hut dan akan menjual sisa restoran yang ada di Amerika Serikat.

NPC juga akan menjual 927 lokasi Pizza Hut yang tersisa untuk dijual. NPC ini sebenarnya sudah mengajukan perlindungan kebangkrutan 11 pada awal Juli setelah berjuang dengan beban utangnya sekitar 1 miliar dolar AS atau Rp 14,8 triliun (mengacu kurs Rp 14.800 per dolar AS)

Saat ini sebanyak 1.227 lokasi Pizza Hut NPC menyumbang 18% dari 6.700 lokasi gerai di AS. Saat ini, portofolio yang tersisa dari NPC International mencakup 6.500 restoran Wendy di AS. Karyawan di restoran Pizza Hut yang ditutup yang dioperasikan oleh NPC akan dipindahkan ke lokasi yang berkinerja lebih baik.Namun, NPC belum membuat keputusan akhir tentang lokasi mana yang akan ditutup atau waktu penutupan.

“Jika NPC melakukan penjualan bisnis Pizza Hutnya, fokus Pizza Hut adalah memastikan bahwa kepemilikan baru membawa ke restoran Pizza Hut NPC struktur permodalan yang kuat, neraca yang sehat, komitmen terhadap keunggulan operasional dan mindset berkembang,” ujar seorang Juru Bicara Pizza Hut mengutip CNBC, Selasa (18/8/2020).

Pizza Huts yang tutup memiliki kinerja yang buruk. Oleh karena itu, dalam beberapa tahun terakhir, Pizza Huts mencoba untuk mengubah imej dari restoran untuk makan malam menjadi restoran pengiriman. Sayangnya pandemi virus corona makin memperparah keadaan.

Pizza Hut sendiri kini melaporkan penjualan rata-rata tertinggi untuk pengiriman dan pelaksanaan dalam delapan tahun terakhir selama bulan Mei. Pemegang merek Pizza Hut di Amerika Serikat, NPC International Inc mengajukan pailit. Hal ini imbas besarnya dampak pandemi virus corona pada perusahaan sehingga tidak kompetitif dalam industri restoran.

Namun, nasib Pizza Hut di Indonesia yang dikelola oleh PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) beda. Sekretaris Perusahaan Kurniadi Sulistyomo mengatakan, Perseroan menyatakan bahwa NPC tidak memiliki hubungan usaha maupun hubungan hukum dengan Perseroan.

“Hal ini dapat dibuktikan bahwa nama NPC tidak tercatat dalam Daftar Pemegang Saham, Laporan Keuangan (Audited dan Unaudited) dan Laporan Tahunan dari Perseroan yang telah disampaikan dan dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Dia menjelaskan, NPC International Inc (NPC) telah mengajukan permohonan kepailitan di Amerika Serikat. Dalam hal ini, NPC merupakan salah satu penerima waralaba (franchise) atas merek dagang Pizza Hut yang melakukan kegiatan usaha dan operasional di Amerika Serikat. “Sepanjang pengetahuan terbaik kami, NPC merupakan salah satu dari 110  penerima waralaba (franchisee) Pizza Hut di Amerika Serikat,” ujarnya.

Oleh sebab itu, dirinya menjelaskan, pengajuan permohonan kepailitan NPC, termasuk putusan badan peradilan dan pelaksanaan (eksekusi) putusan kepailitan di Amerika Serikat tidak akan memiliki dampak. “Baik dari aspek keberlangsungan usaha, kegiatan operasional, kondisi keuangan dan atau hukum, baik secara langsung maupun tidak langsung, terhadap Sarimelati Kencana,” ujarnya.

Dijelaskannya PT Sarimelati Kenana Tbk (PZZA) melakukan perikatan perjanjian lisensi waralaba dengan Pizza Hut Asia Pacific Holdings, LLC selaku pihak pemberi waralaba (franchisor) (PHAPH). PHAPH merupakan badan hukum yang terpisah dan tidak memiliki hubungan terafiliasi dengan NPC. dja, wah, ins, cnb