Pengumuman Alot, 15 Nama Dikabarkan Berebut Rekomendasi Pilkada Surabaya

Ketua DPP PDIP Bidang Politik Puan Maharani

JAKARTA (global-news.co.id) – Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP) memutuskan untuk menunda pengumuman nama calon walikota dan wakil walikota yang akan diusung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Surabaya, 9 Desember 2020 mendatang.
Saat membacakan nama-nama 4 pasangan calon gubernur-wakil gubernur dan 58 calon walikota/bupati PDIP pada pengumuman gelombang IV yang dilaksanakan secara virtual, Jumat (28/8/2020), Ketua DPP PDIP Bidang Politik Puan Maharani menunjukkan sebuah amplop tertutup berisi nama calon walikota-calon wakil Walikota Surabaya.
Namun dengan alasan siaran virtual dengan DPD PDIP Jatim dan DPC Kota Surabaya belum tersambung, Puan kemudian menunda untuk mengumumkan nama yang katanya sudah ada di dalam amplop tersebut.
“Terkait calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah di Kota Surabaya ini sudah ada suratnya. Karena belum tersambung, nanti akan diumumkan pada waktu yang akan datang,” kata Puan.
Ketua DPR ini hanya menegaskan bahwa PDIP sudah mempunyai nama yang akan dimasukkan sebagai calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah. “PDI Perjuangan siap untuk maju di Kota Surabaya,” pungkas Puan.
Di acara itu, hadir juga Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, serta sejumlah pimpinan pusat partai seperti Eriko Sotarduga, Juliari Batubara, Sadarestuwati, Ribka Tjiptaning dan Wiryanti Sukamdani.
Terkait alotnya pencalonan Walikota dan Wakil Walikota Surabaya yang hingga gelombang IV pengumuman nama calon dari PDIP belum juga diumumkan, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebutkan bahwa memang PDIP sangat selektif untuk memilih nama-nama yang masuk sebagai calon.
Hasto menyebutkan bahwa ada 15 nama calon yang masuk ke meja Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri untuk dipilih sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya.
“Jadi kalau kita lihat nama di Kota Surabaya ini ada sekitar 15 nama yang telah diproses dan Ibu Ketua Umum dengan mata hati beliau, mengambil keputusan dan beliau memang memiliki hak-hak prerogatif untuk itu. Jadi partai lebih memilih momentum yang tepat dan partai akan melakukan konsolidasi secara bersama,” kata Hasto kepada wartawan secara virtual.
Dari nama-nama yang masuk, Hasto menyebut ada nama Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi. Selama ini, Eri kerap disebut sebagai “orangnya” Walikota Tri Rismaharini. Nama lainnya yang disebut Hasto.
“Tentang Eri Cahyadi, ya kita melihat di dalam proses penjaringan nama dan pemetaan yang dilakukan oleh DPP, nama Mas Eri memang masuk di dalam proses itu. Demikian pula muncul beberapa nama yang lain,” tutur Hasto.
Hasto menegaskan bahwa selama kepemimpinan Risma, prestasinya luar biasa dan Surabaya menjadi hijau, indah, sungainya menjadi bersih. Sehingga, Walikota Surabaya ke depan harus bisa melanjutkan apa yang telah dibangun oleh Risma.
Hasto mengatakan PDIP mendengarkan semua masukan dari masyarakat Kota Surabaya sebagai kelanjutan kepemimpinan Tri Rismaharini.
“Maka untuk Kota Surabaya, kami diperintahkan Ibu Ketua Umum melakukan konsolidasi dengan seluruh jajaran DPD PDI Perjuangan pada hari Minggu besok,” kata Hasto.
Lebih lanjut, Hasto mengatakan bahwa di Surabaya, PDIP memiliki banyak panglima yang mampu membawa kehormatan partai. Hasto menyebut Bambang DH, Walikota Risma, Wakil Walikota Wisnu Sakti Buana, hingga anggota DPR dapil Surabaya Puti Guntur Soekarno.
“Ketika calon kepala daerah Surabaya diumumkan, seluruh jajaran partai akan terus mengawal keputusan yang menjadi hak prerogatif Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri,” ujar Hasto.
Untuk Pilkada Surabaya, sejauh ini baru ada satu nama calon yang mencuat. Yakni Machfud Arifin yang didukung oleh hampir semua parpol di Surabaya, terkecuali PDIP dan PSI. dja, yan, sin, ins