Pemdes Diminta Gunakan Dana Desa Tepat Sasaran untuk Tekan Pandemi Corona

Anggota Komisi A DPRD Jatim Aisyah Lilia Agustina

SURABAYA (global-news.co.id) –
Kebijakan Menteri Desa (Mendes), Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar agar para kepala desa  memprioritaskan penggunaan dana desa 2020 mendapat dukungan penuh anggota Komisi A DPRD Jatim Aisyah Lilia Agustina. Mengingat dalam pandemi saat ini, masyarakat desa paling terasa dampaknya karena pendapatan mereka menurun drastis.
Untuk itu,  desa yang telah mendapat kucuran dana dari Kementerian PDTT, tambah Aisyah Lilia Agustina diminta memprioritaskan penggunaannya untuk dua hal, yaitu ekonomi melalui pembangunan infrastruktur dan kesehatan.  Alokasi dana desa untuk tahun ini berbeda dengan sebelumnya yang difokuskan pada pembangunan. Karena saat ini dilatarbelakangi pandemi corona virus disease 2019 (COVID-19) yang tengah melanda dunia, termasuk Indonesia.
Dijelaskannya khusus untuk pembangunan infrastruktur desa secara swakelola dengan sistem Padat Karya Tunai Desa (PKTD).
Di antaranya untuk memperkuat daya tahan ekonomi desa dan pendapatan masyarakat desa. Yang kedua
adalah penguatan kesehatan masyarakat melalui upaya pencegahan dan penanganan COVID-19.
“Untuk padat karya diharapkan anggarannya dialokasikan terbanyak untuk pemberian upah yang diberikan secara harian,” tegas politisi PKB, Senin (10/8/2020).
Di sisi lain, untuk pencegahan merebaknya pandemi corona,  desa-desa diminta membentuk relawan lawan COVID-19 dengan berbagai kegiatan yang harus dilakukan seperti edukasi dan penanganan yang dikonsultasikan dengan pihak berwenang seperti rumah sakit, puskesmas dan lainnya.
Kebijakan  berikutnya adalah mengadakan program Padat Karya Tunai Desa (PKTD). Pekerja yang terlibat dalam program tersebut tidak akan terlalu menekankan kemampuan atau skill si pekerja. “Yang pasti agar warga dapat bekerja dan mendapatkan penghasilan,” katanya.
Diakuinya gara-gara pandemi ini, Indonesia terancam reses ekonomi. Mengingat besarnya gelombang PHK membuat daya beli masyarakat menurun. Bahkan angka kemiskinan diprediksikan bertambah. Karenanya dengan adanya dana desa yang difokuskan untuk perekonomian desa perlu mendapat apesiasi. Melalui program padat karya dengan memanfaatkan dana desa diharapkan mampu mengangkat perekonomian masyarakat desa. cty