Lilik Hendarwati Luncurkan Program Mama Kasih Pulsa

Lilik Hendarwati

SURABAYA (global-news.co.id) – Mendapati banyaknya keluhan siswa dan orangtua terkait biaya pulsa untuk pembelajaran jarak jauh secara daring,  anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur Lilik Hendarwati meluncurkan program Mama Kasih Pulsa.

Program ini adalah program Lilik dalam membagikan kuota internet sejumlah total 1.000 GB kepada para pelajar di Kota Surabaya, yakni daerah pemilihan yang diwakilinya. “Kuota internet ini kami berikan kepada para pelajar SMP, SMA, SMK, yang membutuhkan bantuan selama belajar daring dalam masa pandemi ini,” ujar Lilik, Rabu (25/8/2020).

Ditanya mengenai teknis program, politisi perempuan dari PKS ini menyampaikan bahwa para pelajar yang membutuhkan pulsa bisa mengirim data diri ke nomor WA 087761134361. “Selanjutnya setelah diverifikasi, kami akan kirimkan kuota internet kepada mereka,” tuturnya.

Lilik mengatakan bahwa program ini adalah wujud partisipasi dirinya dalam bergotong royong mengatasi dampak pandemi. “Sekaligus dorongan kepada pemerintah provinsi untuk terus dan lebih memperhatikan kebutuhan para peserta didik yang sudah berbulan-bulan belajar daring dari rumah. Satgas COVID-19 tidak lagi cukup menangani persoalan kesehatan dan ekonomi saja, tetapi juga masalah pendidikan. Karena kondisinya kompleks dan sangat mempengaruhi kondisi Jawa Timur di masa depan,” terang Lilik.

Selain itu, Lilik juga menambahkan bahwa berbagi internet ini adalah program partainya, PKS. “Namanya Gereget PKS. Gerakan Berbagi Internet bersama PKS. Kantor, sekretariat partai, serta rumah-rumah kader ada yang dijadikan area wifi gratis bagi para pelajar. Tentu dengan penerapan protokol pencegahan COVID-19 secara ketat. Ada juga dengan cara berbagi kuota pulsa internet. Seperti yang saya lakukan. Ini bentuk kepedulian yang diinstruksikan oleh Presiden PKS Pak Sohibul Iman,” ujar perempuan yang juga menjabat Sekretaris Umum DPW PKS Jatim ini.

Ditanya sampai kapan program ini dijalankan, Lilik menjawab untuk tahap pertama akan dilaksanakan selama satu bulan hingga  September. “Setelah itu akan kita evaluasi efektivitasnya. Juga melihat perkembangan kebijakan pemerintah dalam pembelajaran masa pandemi. Semoga ada progress yang baik dan melegakan kita semua,” pungkas Lilik. cty