ITS Bersama PTN di Jatim Gelar Online EJx, Kenalkan Keunikan Wisata Secara Daring

Online East Java Exploration (EJx) 2020 yang diikuti berbagai mahasiswa asal berbagai universitas di seluruh dunia.

SURABAYA (global-news.co.id) –  Masa pandemi bukan halangan bagi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk menggencarkan program internasionalisasi. Bekerjasama dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Jawa Timur, Direktorat Kemitraan Global (DKG) ITS mengadakan Online Joint Short Program berjudul East Java Exploration (EJx), mulai 15 Agustus – 5 September mendatang.

Karena masih kondisi pandemi, sehingga kegiatan ini pun dilaksanakan secara daring. Tahun ini para peserta akan dibawa mengunjungi beberapa keunikan wisata di Provinsi Jawa Timur melalui tur virtual, selain materi inti keunggulan masing-masing universitas.

Konsorsium yang telah dilaksanakan sejak 2017 ini merupakan bentuk kerjasama antara 10 PTN di Jawa Timur dengan lima perguruan tinggi di Australia Barat yang bergabung dalam konsorsium Western Australia East Java Universities Consortium (WAEJUC). “Selama dua periode pelaksanaan EJx, ITS mendapat amanah sebagai koordinator program dalam bidang mobilitas,” jelas Direktur DKG ITS Dr Maria Anityasari ST, ME, Selasa (18/8/2020).

Awalnya, menurut Maria, konsorsium ini hanya ditujukan untuk memayungi kerjasama Jawa Timur dan Australia Barat. Namun Maria menjelaskan bahwa program ini ditingkatkan menjadi salah satu bentuk kegiatan kerjasama antara Jawa Timur dengan pemerintahan Sister Province luar negeri lainnya, tidak hanya Australia Barat. “Keterlibatan universitas menjadi modal strategis bagi pemerintah untuk menjalin hubungan antar masyarakat dan memberikan masukan konstruktif bagi pengambilan kebijakan di masa mendatang,” ujarnya.

Untuk pesertanya sendiri, program ini diikuti oleh total 57 mahasiswa, di mana 47 di antaranya merupakan mahasiswa mancanegara dan 10 orang mahasiswa asal Indonesia yang menjadi perwakilan universitasnya masing-masing. “Tahun 2020 menjadi tahun di mana EJU (East Java Universities) memperluas kerja sama dengan memberikan kesempatan bagi lebih banyak universitas mitra, di antaranya ada mahasiswa asal Jerman, Amerika, maupun Slovakia,” ungkap dosen Departemen Teknik Industri ITS itu.

Dikatakan Maria, peserta juga akan mendapat kesempatan untuk berkolaborasi bersama guna meningkatkan wawasan serta pengalaman melalui pembelajaran menarik. Yakni yang berisikan topik unggulan yang dibawakan masing-masing universitas di Jawa Timur yang menjadi host. “Totalnya ada 12 hari kegiatan, dibuka dengan pembukaan di ITS sebagai tuan rumah pertama dan diakhiri dengan penilaian presentasi di ITS juga,” tutur Maria.

Adapun topik-topik pembelajaran yang akan diikuti peserta tersebut antara lain History of Indonesia Independence Day yang dibawakan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur (UPNVJT), Smart City yang dibawakan oleh ITS, History & Indonesian Culture on Islamic New Yearv yang dibawakan oleh Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), Malangan Javanese and Walikan Language oleh Universitas Negeri Malang (UM), dan Maintaining Mental Health During COVID-19 Pandemi oleh Universitas Airlangga (Unair). Selain itu adalah Start-up Ecosystem in Kota Malang oleh Universitas Brawijaya (UB), Understanding Indonesian Language Diversity yang dibawakan oleh Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Madura at Glance & Learning Madura Language oleh Universitas Trunojoyo Madura, dan _Institutional Arrangement of Tobacco for Community Welfare and Tobacco for Healthv yang dibawakan oleh Universitas Jember (Unej).

Sebagai salah satu program yang menuntun langkah institut menuju perguruan tinggi kelas dunia, EJx tentunya mengantongi dukungan penuh dari pihak ITS. Maria sendiri berharap konsorsium ini akan dapat membawa dampak baik bagi seluruh universitas mitra.  “Semoga universitas di Jawa Timur, termasuk ITS, dapat berkembang dan dikenal di seluruh dunia,” tandasnya mengakhiri. tri