Dirjen Diksi Kemendikbud Tegaskan Link and Match Kunci Keberhasilan Panggung Vokasi

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Wikan Sakarinto PdD saat menjadi keynote speaker dalam web seminar nasional pertama kali yang diselenggarakan Fakultas Vokasi Unair, Sabtu (8/8/2020) sore.

SURABAYA (global-news.co.id) – Panggung vokasi sudah digelar maka link antara perguruan tinggi yang mengelola vokasi mulai universitas, sekolah tinggi, akademik dan politeknik dengan industri, dunia usaha dan dunia kerja (IDUDA) menjadi kata kunci mutlak yang harus dikawinkan. “Link and match menjadi kata kunci bagi panggung vokasi,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Wikan Sakarinto PdD saat menjadi keynote speaker dalam web seminar nasional pertama kali yang diselenggarakan Fakultas Vokasi Unair, Sabtu (8/8/2020) sore.
Karena itu, lanjut Wikan PT harus berlari menyiapkan kompetensi SDM dan kurikulum yang disusun bersama dengan IDUDA. Lulusan berskala global dengan skill yang mumpuni wajib dicetak perguruan tinggi agar SDM bangsa Indonesia menjadi raja di negeri sendiri. Sekjend juga berharap produk paten sebagai hasil dari penelitian terapan dosen vokasi harus terus dipacu sebagai output luaran, selain publikasi internasional terindeks.
Warek 1 Unair Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih yang mewakili Rektor Unair menjelaskan dalam mendukung visi misi Unair untuk menjadi 500 World Class Universitity, Prodi telah melakukan berbagai kegiatan internasionalisasi.
Unair telah melakukan internasionalisasi melalui KKN internasional, PKL internasional, magang internasional, pengambilan data skripsi di level internasional, student dan staff mobility, adjunct profesor, serta joint  international publication. Internasionalisasi sudah diimplementasikan oleh Fakultas Vokasi pada khususnya dan Unair pada umumnya. “Unair sudah mengimplementasi merdeka kampus untuk memaksimalkan kompetensi mahasiswa dan dosen vokasi. Unair juga mendukung penuh link and match PT dan IDUDA,” katanya.
Sementara itu Wakil Dekan 1 Fakultas Vokasi Unair Prof Dr Retna Apsari yang bertugas sebagai moderator pada acara tersebut menambahkan bahwa 22 mahasiswa Dual Degree antara Fakultas Vokasi Unair dan Asia University Taiwan sudah berhasil lulus dan menyandang gelar bachelor. Dalam rangka percepatan penguatan link and match tersebut, Fakultas Vokasi sudah berhasil mendapatkan pendanaan dari Dirjen Vokasi untuk 3 kegiatan Program Penguatan Pendidikan Vokasi (P3TV) untuk bidang Care Services, Ekonomi Kreatif dan Hospitality. Satu proposal terkait dengan penguatan LSP berskala Industri sudah didapatkan pendanaan dari Dirjen Vokasi. “Ke empat blok grant tersebut menunjukkan bahwa Fakultas Vokasi sudah siap berkiprah untuk memaksimalkan perkawinannya dengan IDUDA,” katanya.
Webinar ini digelar Fakultas Vokasi Unair dengan IDUDA dan asosiasi profesi radiografer dalam mewarnai implementasi  pendidikan vokasi dengan trade mark vokasi yang sesungguhnya dan kiprahnya di Indonesia. Dengan mengambil tema “For Nation, Radiographer Are Ready to Show Dedication”, juga menghadirkan narasumber luar negeri di antaranya Pembicara SES (Senior Experten Service) Jerman Anke Ohmstede. Dia memaparkan mengenai pendidikan radiographer di Jerman, Eropa dan dunia.

Narasumber lain adalah Ketua Umum PARI (Persatuan Ahli Radiografer Indonesia) Dr Sugiyanto SPd, MApp Sc dan KPS Prodi D4 Teknologi Radiologi Pencitraan Fakultas Vokasi Unair  dr Lailatul Muqmiroh Sp Rad K.
Acara ini juga dihadiri oleh panelis dari Bach Mai Hospital Vietnam Mr Nguyen Cong Tien, Mr Nguyen Tuan Dung dan Mr Phan Anh Phuong dan Ketua Asosiasi Radiografer Vietnam Mr Loc Van Thai, Wakil Rektor 3 Unair Prof Dr Bambang Sektiari. Serta Ketua PIPS Unair Dr Yuni Sari Amalia, Dekan Fakultas Vokasi Unair Prof Dr Widi Hidayat, Ketua Departemen Kesehatan serta ahli Radiologi Dr Anggrek dan Dr Sugardo.
Peserta webinar nasional sekitar 500 orang, berasal dari berbagai profesi, baik radiografer, Applicant Specialist, mahasiswa, dosen dan profesi lain di seluruh Indonesia. Beberapa Radiografer dari beberapa rumah sakit pemerintah dan swasta Vietnam, juga mahasiswa Vokasi dan non Vokasi di Unair dan di Indonesia. tis