Deklarasi Koalisi Din Syamsuddin Cs Terus Meluas

Istimewa
Para tokoh dan aktivis yang tergabung dalam Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) mendeklarasikan gerakannya di Lapangan Tugu Proklamasi Jakarta Pusat beberapa hari lalu.

JAKARTA (global-news.co.id)  – Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia yang dimotori Din Syamsuddin, Gatot Nurmantyo serta para tokoh lainnya terus melakukan deklarasi.
Setelah dideklasikan kali pertama di Tugu Proklamasi Jakarta, 18 Agustus 2020, deklarasi juga telah dilakukan di Jawa Tengah dan Yogyakarta yang digelar di Solo pada 20 Agustus lalu.
Tidak hanya di daerah, deklarasi KAMI juga telah digelar di luar negeri, yakni Australia pada 22 Agustus lalu. Deklarasi dilakukan secara virtual atau daring.
Rencananya, deklarasi KAMI juga akan dilaksanakan di Sulawesi Selatan pada Selasa 25 Agustus 2020, besok pagi. Hal itu diungkapkan salah satu inisiator KAMI, Syahganda Nainggolan.
Melalui akun Twitternya @syahganda, dia memposting poster yang menginformasikan deklarasi KAMI Sulawesi Selatan. Deklarasi dilaksanakan pukul 09.00 WITA. Deklarasi KAMI Sulsel juga dapat diikuti melalui zoom dan Youtube.
Sebelumnya Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo saat menghadiri deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta yang digelar di Kota Solo, Kamis (20/8/2020) menegaskan kehadiran KAMI merupakan gerakan moral.
“Kenapa gerakan moral? Karena politik yang paling tinggi adalah moral. Apabila politik tidak bermoral, maka akan menjadi politik transaksi. Ini sangat berbahaya sekali,” kata Gatot Nurmantyo usai acara di Gedung Umat Islam Solo di Kartopuran, Solo.
Politik moral merupakan politik yang mengusung agar cita-cita Bangsa Indonesia bisa dilaksanakan dengan benar. Gatot menegaskan, apa yang disampaikan KAMI merupakan kondisi nyata suara hati rakyat dan solusi-solusinya.
Ia juga menyinggung keberadaan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang menjadi kontroversi. “Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, mengatakan bahwa dasar negara itu sebagai berikut, satu Ketuhanan Yang Maha Esa dan seterusnya. Kita sebut Pancasila. Apabila ini diubah menjadi tiga sila, maka bukan lagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bubar negara ini. Itu yang tidak boleh,” katanya.
Atas dasar itu dirinya bangkit karena telah bersumpah setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. “Ini sumpah saya sebagai manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa. Apabila saya tidak melaksanakan itu, selesai. Kan begitu, dosa saya luar biasa,” ucapnya.
Setelah deklarasi, harapannya ke depan kehidupan bangsa menjadi lebih baik lagi. Namun ia menampik KAMI bakal mengarah menjadi partai politik (parpol). “Saya tidak, kalau KAMI ini akan berubah menjadi parpol, pasti saya tidak akan ada di situ,” katanya. ndo, ins