Bank Maspion Bukukan Pertumbuhan Kredit Rp 5.466 Miliar

Didampingi jajaran direksi, Direktur Utama Bank Maspion Herman Halim dalam acara paparan public expose Bank Maspion setelah RUPS,  Selasa (25/8/2020).

SURABAYA (global-news.co.id) – Pertumbuhan kredit Bank Maspion pada tahun 2019 tercatat sebesar Rp 5.466 miliar atau tumbuh sebesar 9,85% meningkat dibandingkan dengan total kredit pada 2018 sebesar Rp 4.976 miliar. Dari sisi total Dana Pihak Ketiga (DPK) terhimpun Rp 5.807 miliar atau bertambah 17,72% dari Rp 4.933 miliar di tahun sebelumnya.
Direktur Utama Bank Maspion Herman Halim menjelaskan untuk  menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan maka bank  memperdalam strategi pengembangan community business model dan semakin fokus kepada sektor-sektor yang prospektif dengan target pasar komunitas.
“Pengembangan ini telah memberikan hasil sebagaimana terlihat pada peningkatan jumlah rekening bank. Program-program yang berperan untuk mendukung nasabah komunitas meliputi program tabungan Semarak 28, payroll dengan benefit berupa asuransi jiwa dan kecelakaan kerja serta kredit komsumtif community,” katanya dalam acara paparan Public Expose Bank Maspion setelah RUPS, Selasa (25/8/2020). Saat memberikan keterangan Herman Halim didampingi jajaran direksi yakni  Yunita Wanda Wong (Direktur Kredit),  Theresia Endah Winarni (Direktur Marketing), Iis Herijati (Direktur Kepatuhan Independen).
Sedangkan untuk meningkatkan portofolio UMKM, Bank Maspion tetap fokus melanjutkan program tabungan DASYATT (Tabungan Dagang Saya & Teman-Teman) bagi nasabah komunitas yang ingin menjadi pengusaha UMKM melalui kesempatan menjadi sub distributor produk-produk Maspion Group.
Dijelaskan Herman, hingga saat ini total nasabah komunitas Bank Maspion mencapai sekitar 100 komunitas yang terdiri dari berbagai institusi antara lain sekolah, universitas, rumah sait, perusahaan, pesantren. Sedangkan nasabah UMKM yang telah bergabung dalam Program Tabungan DASYATT sampai saat ini berjumlah sekitar 300 nasabah UMKM. ‘Ke depan akuisisi nasabah komunitas maupun nasabah UMKM akan terus menjadi fokus bank, khususnya dalam meningkatkan CASA maupun jumlah nasabah,” katanya.
Untuk tahun ini, Herman menjelaskan target pertumbuhan kredit Bank Maspion akan melihat pada situasi perkembangan dampak COVID-19. “Untuk tahun 2020 kami mencanangkan kisaran 8% atau setara dengan Rp 437 miliar. Namun apabila situasi COVID-19 teratasi maka kami optimistis untuk mencapai rencana kerja dan bertumbuh lebih baik lagi. Sedangkan pertumbuhan DPK 9,02% atau Rp 524 mliar,” katanya.
Herman Halim juga menjelaskan Bank Maspion berhasil membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 80, 440 miliar dan laba tahun berjalan sebesar Rp 59, 747 miliar dengan rasio Return of Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) bank tercatat sebesar 1,15% dan 5,11% serta rasio kecukupan modal Bank Maspion (Capital Adequacy Ratio) tercatat sebesar 20,1%. tis, fan