Aset Jumbo hingga Rp 114,40 Triliun, Mandiri Syariah Jadi Bank Islami Terbesar

Pertumbuhan DPK mendorong aset Mandiri Syariah per akhir Juni 2020 mencapai Rp 114,40 triliun atau naik 13,26% dari Juni 2019. Pencapaian ini memperkuat posisi Mandiri Syariah sebagai bank syariah terbesar di Indonesia.

JAKARTA (global-news.co.id)- Bank Mandiri Syariah sampai akhir Juni 2020 berhasil mencatatkan pembiayaan sebesar Rp 75,61 triliun, tumbuh 5,8% dari Juni 2019 yang sebesar Rp 71,47 triliun.
“Kami sadar kualitas pembiayaan menjadi challenge dalam masa pandemi ini. Untuk itu kami mempertebal cadangan kami sebagai antisipasi risiko,” kata Ade Cahyo Nugroho selaku Direktur Finance, Strategy dan Treasury Mandiri Syariah saat konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa (25/8/2020).
Sementara, laba bersih yang diraih Mandiri Syariah sebesar Rp 719 miliar per Juni 2020, naik signifikan 30,53% dibanding periode yang sama tahun lalu. Kenaikan laba ditopang pendapatan margin dan FBI yang antara lain disumbang dari layanan digital.
Menurut Cahyo, laba yang berhasil dibukukan Mandiri Syariah juga ditopang oleh keberhasilan dalam menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mendorong peningkatkan aset dan komposisi low cost fund. Juga keberhasilan dalam menurunkan angka non-performing financing (NPF) dan penyaluran pembiayaan secara selektif dan berkualitas.
Hingga akhir Juni 2020, Mandiri Syariah telah mencatat DPK di angka Rp 101,78 triliun, mengalami pertumbuhan 16,52% dari Rp 87,36 triliun per Juni 2019. Dari total dana tersebut, porsi low cost fund mencapai hingga 57,93% yang dikontribusi oleh pertumbuhan tabungan sebesar 72,11% dari total low cost fund.
Pertumbuhan DPK tersebut juga mendorong aset Mandiri Syariah per akhir Juni 2020 mencapai Rp 114,40 triliun atau naik 13,26% dari Juni 2019 yang sebesar Rp 101,01 triliun. Pencapaian ini memperkuat posisi Mandiri Syariah sebagai bank syariah terbesar di Indonesia. jef, sin