Walikota Blitar Serahkan Bantuan Rehabilitasi RTLH kepada 50 KK

Istimewa
Penyerahan bantuan rehabilitasi RTLH secara simbolis oleh Walikota Blitar Santoso, Kamis (2/7/2020).

BLITAR (global-news.co.id) — Program-program kerakyatan terus diluncurkan Pemkot Blitar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di bidang perumahan, Pemkot Blitar melalui Dinas Perumahan Rakyat meluncurkan progam Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Bantuan untuk rehabilitasi 50 kepala keluarga itu diserahkan langsung Walikota Blitar Santoso, Kamis (2/7/2020).  Walikota Santoso berharap bantuan tersebut bisa membantu pihaknya dalam mengentaskan kemiskinan di Kota Blitar. Program ini diprioritaskan kepada warga yang benar-benar membutuhkan. Bantuan rehabilitasi untuk 50 keluarga yang diserahkan hari ini bersumber dari APBD Kota Blitar Tahun 2020.
“Kami selalu fokus di bidang perumahan karena berdampak langsung bagi masyarakat, agar mereka merasakan hunian yang layak,” ungkap Santoso.  Bantuan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni diperuntukkan bagi warga di 3 kecamatan di Bumi Bung Karno. Bantuan ini ada beberapa kriteria diantaranya bantuan Rp 35 juta untuk pembangunan rumah dimulai dari nol.
Serta program rehabilitasi meliputi rehabilitasi sedang hingga berat. Untuk rehabilitasi, nominal yang diterima tidak sama. Tergantung dengan klasifikasi rehabnya. Ada kepala keluarga yang menerima Rp 9 juta dan ada yang Rp 15 juta.
“Masih cukup banyak warga kurang mampu yang belum terkaver program RTLH. Bagi yang belum terkaver masih ada harapan. Dana DAK dari pusat yang direcofusing telah dikembalikan ke kita dan bisa digunakan untuk pelaksanaan program RTLH,” imbuhnya.
Dengan dana itu dia berharap bisa memaksimalkan program Rehabilitasi Program Tidak Layak Huni. Apalagi Bank Jatim berencana memberikan bantuan kepada pemkot melalui program CSR nya.
“Setiap perusahaan itu memiliki CSR. Dalam hal ini, Bank Jatim ingin menyempurnakan program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni kepada masyarakat Kota Blitar,” tegas orang nomor satu di kota berjuluk Bumi Bung Karno ini.
Sementara itu  Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kota Blitar Ir Erna Santi menyampaikan bahwa pada 2019 di Kota Blitar ada 2.863 unit rumah tidak layak huni. Pihaknya menargetkan hingga 2021 nanti dapat menyelesaikan rehabilitasi 1.200 unit rumah.
“Alhamdulilah, sejak 2019 kami telah merehab RTLH menjadi rumah layak huni sebanyak 787 unit atau sebesar 66 persen. Pada 2020 ini, kami merencanakan dapat merehab 168 unit dari dana DAK maupun APBD. Untuk 2021, kami sebenarnya telah mengusulkan rehabilitasi RTLH untuk 229 unit rumah. Sehingga harapan kami pada 2021 nanti, rehabilitasi 1.200 unit rumah bisa terealisasi,” katanya. tut