Raja’e : Covid Terus Menanjak Warga Masih Acuh Tak Acuh 

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Dalam rangka memberikan pemahaman yang lengkap tentang Covid-19 kepada semua elemen masyarakat, Pemkab Pamekasan, Jumat 10/7/2020), menggelar acara Pendalaman Pemahaman Tentang Covid-19.
Acara ini digelar di Pendopo Ronggosukowati dengan mendatangkan pembicara Dr Kohar Haris Santoso, Direktur RSUD Syaiful Anwar Malang yang juga Ketua Tim Tressing Jawa Timur.
Tampak mengikuti acara ini Ketua DPRD dan anggota Forkompimda Pamekasan, Kepala Dinas Sosial Jatim Dr Alwi  MHum, Sekdakap Pamekasan Totok Hartono, Ketua MUI Pamekasan, Ormas Islam, Direktur dan Wakil Direktur di RSUD Pamekasan, dan para Kepala Puskesmas serta para pejabat terkait lainnya.
Wakil Bupati Raja’e dalam sambutannya mengungkapkan syukur kepada Allah SWT karena selain diberi kesehatan juga masih diberi kesempatan dan kesadaran untuk menggelar kegiatan yang penting berupa ceramah atau penjelasan ilmiah yang lengkap dan menyeluruh tentang Pendalaman Pemahaman Tentang Covid-19.
Dia menegaskan sungguh Covid ini membuat situasi dan kondisi  menjadi semakin tidak menentu,  bagi sektor ekonomi, sektor sosial agama dan lainnya. Kenapa bisa gitu? Sebab, kata dia, sudah hampir enam bulan Covid ini melanda Indonesia sampai pada hari ini dan terutama di kabupaten Pamekasan terus mengalami kecenderungan semakin menanjak.
“Ada sekitar 156 hari ini yang terkonfirm covid dan itu tiap hari terus bertambah dan terus meningkat. Oleh karena itu bahwa wabah ini sampai hari ini belum berakhir dan oleh karena itu kehadiran Bapak Dr Kohar Hadi Santoso pada hari ini akan memberikan banyak pencerahan pemahaman secara runtut tentang covid-19 kepeda kita semua,” katanya.
Dia mengakui ada sebagian dari masyarakat yang telah memahami covid, akan tetapi sampai hari ini mungkin lebih banyak yang tidak, bahkan ada yang acuh tak acuh bahkan pura pura tidak tahu walaupun sudah ada covid-19 ini.
Oleh karena itu, dia mengaku akan terus melakukan edukasi memberikan pemahaman yang utuh terhadap masyarakat Pamekasan.
“Kita harus saling menjaga diri kita masing-masing dirumah karena Covid hari ini sudah tidak ada cluster lagi. Jadi persoalan mendasar seperti ini tentunya kita perlu kita sikapi bersama sama tentunya secara bijaksana harus kita lakukan beberapa kebijakan strategis agar Covid di kabupaten ini tidak semakin menanjak trennya dan tidak makin bertambah,” harapnya.
“Semoga apa yang kita lakukan pada hari ini mendapatkan pertolongan dari Allah kemudian kita juga hari ini dapat mengambil manfaat agar nanti ketika kita beraktifitas di keluarga di kantor di sosial masyarakat bisa memberikan contoh yang baik,” imbuhnya.
Dia melihat kebiasaan pakai masker masih banyak di lembaga pemerintah formal, namun di dalam lingkungan sosial kemasyarakatan masih belum. Protap kesehatan Covid seakan hanya berlaku di instansi pemerintah saja.
Di lingkungan sosial masyarakat tidak.
”Oleh karena itu kepada Bapak Dr Kohar Hadi Santoso mohon secara integrative bisa disampaikan tentang Covid ini bagaimana kita menyikapi sehingga nanti MUI yang hadir, dari beberapa lembaga pondok pesantren juga hadir, ini menjadi pemahaman yang utuh tentang Covid dan protocol kesehatan yang harus kita lakukan,” pungkasnya. (mas)