Pilkada 2020, PKS-Demokrat Sepakat Berkoalisi

 

Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman foto bersama dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) usai pertemuan di Kantor DPP PKS Jalan TB Simatupang Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2020).

JAKARTA (global-news.co.id) — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah mengeluarkan surat rekomendasi untuk sekitar 170 daerah yang menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020. Beberapa wilayah diantaranya, PKS berkoalisi dengan Partai Demokrat.

“Jadi kita tegaskan, PKS ini sejak awal memberikan kebebasan kepada kader di bawah untuk berkoalisi dengan partai manapun sesuai dengan kondisi kebatinan di daerah tersebut dan maslahat yang bisa tercapai untuk kepentingan masyarakat,” ujar Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman usai pertemuan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Kantor DPP PKS Jalan TB Simatupang Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2020).

Dia mengatakan, PKS memiliki suasana kebatinan yang sangat baik dengan Partai Demokrat di beberapa wilayah. “Tadi sudah kita sebutkan beberapa tetapi angka pastinya saya kira nanti secara hubungan akan kita lihat,” ungkapnya.

Dia memberikan contoh salah satunya di Pilkada Tangerang Selatan, PKS bakal berkoalisi dengan Partai Demokrat. “Kemudian juga di Siak yang tadi sudah kita sebutkan dan sudah mendapat SK di Siak itu sudah juga PKS dengan Demokrat,” ungkapnya.

Kemudian, dia membeberkan beberapa wilayah yang masih tahap penjajakan koalisi dengan Partai Demokrat. “Seperti di Kepri (Kepulauan Riau-red), dan juga di Jawa Barat sendiri itu ada beberapa antara PKS dan Demokrat itu akan berkoalisi. Misalnya di Cianjur, Karawang, Kabupaten Bandung dan Depok,” tuturnya.

Sohibul mengatakan, pertemuan dengan para petinggi Partai Demokrat untuk mencari titik temu agar bisa bekerjasama menjadi bagian solusi penuntasan virus COVID-19, selain untuk meregangkan ketegangan dunia politik.

“Alhamdulillah kami bisa bertemu (di saat social distancing, Red). Tentu kami menerapkan protokol COVID-19 sesuai dengan aturan. Mudah-mudahan ikhtiar yang dilakukan oleh teman-teman Sekretariat Jenderal PKS di dalam menyiapkan protokol ini mencegah kita semua dari hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujar Sohibul.

Menurut dia, pertemuannya dengan pengurus Demokrat sangat hangat. PKS dan Demokrat sebagai partai politik selalu membangun komunikasi-komunikasi yang dilakukan agar tidak ada persepsi ketegangan-ketegangan di antara pimpinan partai politik.

“Karena kami sadar bahwa apa yang dilakukan pimpinan partai politik itu langsung dipersepsi oleh kader, grassroot di bawah maka kami berusaha untuk menciptakan suasana yang komunikatif, friendly lah. Di antara pimpinan partai politik,” kata mantan rektor Universitas Paramadina itu.

Dia tidak menampik PKS bersama Partai Demokrat dulu pernah bersama-sama sepuluh tahun, secara kemanusiaan memiliki banyak memori. “Intinya PKS dan Partai Demokrat memiliki kesepahaman bahwa kita sebagai bangsa harus selalu bersama-sama menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa ini. Terlebih di suasana COVID-19 hari ini. Kami bersepakat untuk fokus betul-betul bisa menangani COVID-19 sehingga COVID-19 ini tidak menjadi sesuatu yang tidak terkendali,” ungkapnya.

Karena, PKS dengan Demokrat membayangkan kalau COVID-19 tidak terkendali, maka akan menyebabkan hal-hal negatif terhadap aspek-aspek yang lain. Yang jelas ekonomi nasional, kata dia, akan berkepanjangan sehingga mengalami keterpurukan, juga kondisi sosial dan kondisi politik. dja, wah, sin