Penerimaan Pajak Seret, Realisasi Turun 12% di Semester I 2020

Dok GN
Menteri Keuangan Sri Mulyani

JAKARTA (global-news.co.id) —
Data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menunjukkan penerimaan pajak hingga pertengahan tahun ini semakin seret. Realisasi penerimaan pajak hingga semester I/2020 masih tercatat kontraksi 12,0% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Hingga akhir Juni 2020, realisasi penerimaan pajak hanya Rp 531,7 triliun, turun 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yoy). Padahal di Juni 2019, penerimaan pajak mampu mencapai Rp 604,3 triliun atau tumbuh 3,9% (yoy).
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, merosotnya penerimaan pajak itu sejalan dengan tekanan aktivitas usaha karena adanya PSBB akibat pandemi COVID-19. Hal ini juga tercermin dari hampir seluruh sektor pajak. Penurunan pajak hingga Juni tersebut juga lebih dalam jika dibandingkan Mei 2020 yang mengalami kontraksi 10,8% (yoy).
“Capaian tersebut baru 44,4% dari target tahun ini yang sebesar Rp 1.198,8 triliun berdasarkan Perpres 72 Tahun 2020,” kata Sri Mulyani di Gedung DPR Jakarta, Kamis (9/7/2020).
Kata dia, sektor pertambangan mengalami kontraksi hingga 42,2% (yoy), disusul industri pengolahan yang juga turun 38,4% (yoy), perdagangan turun 21,2% (yoy), konstruksi dan real estat turun 12,8% (yoy), serta jasa keuangan dan asuransi turun 11,3% (yoy). Hanya sektor transportasi dan pergudangan yang masih mengalami pertumbuhan positif hingga 9,3% (yoy).
“Meski masih terjadi kontraksi, kinerja sektoral di bulan Juni menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik pada sektor-sektor utama. Sektor transportasi bahkan tumbuh positif, namun masih dibayangi ketidakpastian di periode berikutnya,” ungkapnya.
Menurutnya, tren penurunan aktivitas perdagangan internasional dan ekonomi akibat penyebaran virus corona itu telah terlihat sejak kuartal I 2020, dimana kinerja penerimaan pajak mengalami kontraksi 2,5% (yo) serta pajak-pajak atas impor terkontraksi 8,1% (yoy).
Selain itu, perluasan pembatasan sosial dan pemanfaatan insentif fiskal dalam rangka pemulihan ekonomi turut menambah tekanan pada penerimaan pajak. “Memasuki bulan Juni, seiring dengan pelaksanaan kenormalan baru, peningkatan aktivitas ekonomi domestik mendorong kinerja penerimaan pajak menuju arah yang lebih baik,” tandasnya.
Sementara itu, realisasi penerimaan bea dan cukai hingga 30 Juni 2020 tercatat senilai Rp 93,2 triliun atau 45,3% dari target Rp 205,7 triliun. Realisasi ini mencatatkan pertumbuhan 8,8% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 85,6 triliun.
Dengan demikian, realisasi penerimaan perpajakan hingga semester I/2020 tercatat senilai Rp 624,9 triliun atau 44,5% dari target Rp 1.404,5 triliun. Performa ini mencatatkan kontraksi 9,4% dibandingkan realisasi akhir Juni 2019 senilai Rp 689,9 triliun.
Secara umum, realisasi pendapatan negara tercatat senilai Rp 811,2 triliun atau terkontraksi 9,8% dibandingkan capaian periode yang sama tahun lalu Rp 899,6 triliun. Realisasi pendapatan negara itu setara dengan 47,7% dari target senilai Rp 1.699,9 triliun. jef, sin