Muncul Klaster Baru di Kabupaten Blitar, Empat Tertular COVID-19 dari Wanita Asal Surabaya

Ilustrasi tes swab atau tes usap. Muncul klaster baru di Kabupaten Blitar bersumber dari seorang wanita berusia 65 tahun asal Kecamatan Gandusari yang baru saja pulang dari Surabaya.

BlITAR (global-news.co.id) —  Klaster baru penularan virus corona (COVID-19) di Kabupaten Blitar diungkap Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 setempat.
Disebut klaster baru bersumber dari seorang wanita berusia 65 tahun asal Kecamatan Gandusari yang baru saja pulang dari Surabaya.
Pada 24 Juni lalu, perempuan tersebut telah meninggal dunia. Namun, COVID-19 yang menjangkiti tubuhnya menulari empat orang yang pernah kontak erat dengannya. Yakni ketiga anaknya dan seorang dokter yang merawatnya di sebuah klinik di Kecamatan Wlingi.
“Berdasarkan penelusuran kami, dari klaster ini ada 4 orang. Yakni wanita yang sudah meninggal dunia itu. Dia dinyatakan positif pada 25 Juni 2020. Kemudian dokter yang merawatnya dinyatakan positif pada 29 Juni. Dan sekarang ketiga anaknya juga tertular. Data positifnya keluar pada 4 Juli kemarin. Ketiga orang ini masuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG). Saat ini menjalani perawatan di salah satu RS,” ungkap Juru bicar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Blitar Krisna Yekti, Minggu (5/7/2020).
Dikatakan Krisna, penularan berawal saat pasien pertama, yakni wanita berusia 65 tahun yang sebelumnya berdomisili di Surabaya, pulang ke Gandusari Blitar karena sakit. Yang bersangkutan sengaja dibawa pulang anak-anaknya untuk dirawat di rumah. Kemudian pasien dirawat di salah satu klinik di Babadan Wlingi. Karena tak kunjung membaik dan mengalami penurunan kesadaran, pasien kemudian di rujuk ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.
“Pasien pertama ini mengalami gejala sakit mirip dengan COVID-19. Yakni keluhannya demam, sesak napas dan kesadaran menurun. Saat dirawat di RSUD Ngudi Waluyo, pasien  menjalani swab test. Selanjutnya pasien meninggal pada 24 Juni  malam. Kemudian pada 25 Juni hasil swab test  baru keluar menunjukkan positif COVID-19,” paparnya.
Saat menjalani perawatan di klinik, dokter yang merawat sempat menjalani kontak yang cukup erat. Alhasil, dokter berusia 51 tahun itu kemudian mengalami gejala demam dan kemudian melakukan swab test di Malang. Hasil tes swab keluar pada 29 Juni dengan hasil dinyatakan positif. “Dokter itu melakukan swab mandiri. Dia saat ini menjalani perawatan di salah satu RS di Malang,” jelas Krisna.
Sekadar diketahui, pasien positif COVID-19 di Kabupaten Blitar hingga siang tadi berjumlah 36 orang. Rinciannya 20 sembuh, 10 dirawat, dan 6 meninggal dunia. tut