Mata Air Sumber Jeding Disakralkan karena Dinilai Sebagai Tirto Kahuripan

Gus Beni menunjukkan mata air Sumber Jeding.

BANYUWANGI (global-news.co.id) – Hingga saat ini keberadaan sumber mata air yang terletak di Dusun Pekulo, Desa Kepundungan, Kecamatan Srono diyakini mempunyai nilai sejarah dan sakral. Namanya Sumber Jeding.
Seperti diungkapkan tokoh spiritual setempat, Gus Beni Mustofa atau biasa dipanggil dengan sebutan Kyai Roker.  Saat ditemui berada di Sumber Jeding, dia mengatakan, sumber mata air itu hingga saat ini terus mengalir dan tidak pernah habis walaupun di saat musim kemarau.
Keberadaan sumber mata air tersebut selama ini mengaliri seluruh areal persawahan di sekitar wilayah Desa Kepundungan.
” Kebanyakan orang – orang sejak dahulu menamakan Sumber Jeding ini sebagai tirto kahuripan yang mempunyai maksud bahwa sumber mata air dari Sumber Jeding airnya yang sangat besar manfaaatnya untuk menghidupi tanaman di sepanjang areal pertanian persawahan yang dimiliki warga hingga berpuluh – puluh tahun lamanya. Tempat ini pun oleh warga juga dijadian sebagai tempat yang dinilai sakral sehingga tak jarang warga masyarakat melakukan kegiatan atau tradisi ritual sebagai bentuk rasa syukur terhadap maha pencipta. Lantaran dari sumber mata air, Sumber Jeding semua areal persawahan milik warga tidak kekurangan akan air,” jelasnya.
Selain itu, Sumber Jeding ini sangat perlu dilestarikan keberadaannya. Di sekitar munculnya sumber air tersebut nampak terlihat 2 pohon beringin besar yang usianya sudah ratusan tahun lamanya. Dimungkinkan, adanya pohon beringin itu berfungsi menyimpan air.
” Kesemuanya ini perlu adanya dukungan dari semua pihak, seperti tradisi ataupun nilai-nilai sejarah yang terkandung didalamnya hingga bernilai sakral harus terus dipertahankan. Sumber Jeding ini juga banyak didatangi sejumlah pengunjung dari luar daerah,” ujarnya.(tyo)