Kaum Disabilitas Diberi Peluang Kerja di BUMN

Antara
Nota Kesepahaman antara Kementerian BUMN dan Kementerian Ketenagakerjaan yang ditandatangani oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Rabu (22/7/2020).

JAKARTA (global-news.co.id) – Menteri BUMN, Erick Thohir membuka peluang bagi disabilitas untuk bekerja di perusahaan pelat merah. Hal tersebut menjadi komitmen BUMN terbuka bagi siapapun.

Keputusan itu dituangkan dalam Nota Kesepahaman antara Kementerian BUMN dan Kementerian Ketenagakerjaan yang ditandatangani oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. Sejauh ini, BUMN  merekrut 178 pekerja dari latar belakang disabilitas.

“Kita harus memberikan kesempatan yang sama kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan, dan saya rasa komitmen tersebut sudah berjalan di BUMN di mana pada tahun ini kita sudah merekrut 178 dan ini bagian dari komitmen 2 persen (pekerja disabilitas),” kata Erick di Jakarta, Rabu (22/7/2020).

Dia mengatakan, Kementerian BUMN dan Kemnaker akan terus bersinergi dalam menciptakan lapangan kerja. Setiap rekrutmen ke depan harus mempertimbangkan porsi bagi disabilitas.

“Saya mohon dukungan Ibu (Ida Fauziyah) secara penting karena ini bagin yang harus kita lakukan bersama, tidak secara ego sektoral, karena tidak ada artinya komite yang dibentuk presiden tanpa dukungan dari para menteri,” ujar Erick.

Pada sisi lain Erick Thohir meminta kepada para direktur utama perusahaan pelat merah untuk bekerja keras. Dia tak ingin mereka sibuk menghadiri seremoni atau acara.

Erick tak melarang dirut BUMN menghadiri acara. Namun, dia menyarankan agar aktivitas tersebut dikurangi dengan berbagi tugas dengan direktur lain. “Mohon maaf bukan tidak menghormati, karena memang kebijakan dari saya kalau bisa dirut jangan kebanyakan acara. Jadi setiap acara lebih baik bagi tugas, karena kalau dirut kebanyakan acara kapan kerjanya,” katanya.

Sejak menjadi Menteri BUMN, Erick ingin kinerja direksi BUMN terukur. Oleh sebab itu, dia membuat matriks Key Performance Indicator (KPI). Dia mengaku tak segan mencopot direksi yang kinerjanya tak memenuhi target.”Mereka punya target KPI yang sangat berat,” ujarnya.

Pendiri Mahaka Group tersebut saat ini tengah mendorong transformasi di BUMN. Selain kerja keras, Erick juga memperkenalkan nilai dan budaya korporat baru pada perusahaan pelat merah.

Slogan tersebut diberi nama AKHLAK yang merupakan akronim dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Dia ingin AKHLAK menjadi core value BUMN. jef, ins, sin