Kabar Dugaan Klaster BRI, Walikota Malang Bakal Panggil Pimpinan BRI

Kabar 30 karyawan BRI Kanwil Malang terjangkit Covid-19, hingga kini masih jadi perbincangan.

MALANG (global-news.co.id) – Menyusul beredarnya kabar 30 karyawan BRI Kanwil Malang terjangkit Covid-19, hingga kini masih jadi perbincangan. Pasalnya, hingga saat ini belum ada kepastian yang bisa disampaikan, apakah memang benar 30 karyawan benar-benar terjangkit, atau hanya sebatas kabar burung belaka.

Walikota Malang Sutiaji menyampaikan, berkaitan dengan meluasnya kabar puluhan karyawan BRI Kanwil Malang itu, pihaknya akan mengadakan pertemuan. Rencananya pertemuan itu akan dihadiri oleh Pimpinan BRI Kanwil Malang di Balai Kota Malang. “Soal Covid-19 BRI Kanwil Malang, nanti saya ada pertemuan dengan pimpinan BRI Kanwil Malang,” ujarnya, Rabu (8/7/2020).

Namun, berkaitan dengan apa saja yang akan dibahas dalam pertemuan sore nanti itu ia belum mau menjabarkan lebih jauh. “Itu nanti saja,” jelasnya. Namun, dalam hal ini kasus yang telah masuk ke data Gugus Satgas Covid-19 Kota Malang, memang kedapatan 2 orang positif Covid-19 karyawan dari perusahaan perbankan tersebut. Untuk pasien pertama meninggalkan dunia dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Dari temuan tersebut, pihak BRI Kanwil Malang kemudian melakukan rapid test terhadap 200 karyawan secara bergilir. Untuk tahan pertama, sebanyak 80 karyawan dilakukan rapid test kedapatan 1 orang positif Covid-19. “Dari 80 itu ada 1 yang positif tapi OTG (Orang Tanpa Gejala). Katanya, sudah di tracing dan dipantau petugas medis,” terangnya.

Terkait temuan di BRI Kanwil Malang tersebut, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan, pihaknya belum mendapat klarifikasi dan konfirmasi langsung dari manajemen bank BUMN tersebut. Dari laporan sementara, total ada 18 orang dari BRI Martadinata Malang yang diduga terkonfirmasi Covid-19.

Tim Satgas Covid-19 Kota Malang mendapat informasi tersebut dari humas BRI Martadinata. “Kami belum tahu mereka itu positif atau tidak. Kami belum konfirmasi ulang kepada pemeriksa dan juga kepada pengambil swabnya,” ucap Husnul, Rabu (8/7/2020).

Ia menambahkan sesuai data sementara yang masuk, satu orang meninggal dunia pada 26 Juni 2020. Orang yang meninggal itu merupakan PDP yang dirawat di RS Hermina Kota Malang. “Yang meninggal itu sudah dilakukan pelacakan. Kami masih menunggu laporan lengkap dari pemeriksa swabnya. Kalau sudah dipastikan dari hasil swab, maka kami akan melakukan pelacakan,” tandasnya.

Di tempat terpisah, Pimpinan Cabang BRI Martadinata, M Zulham Salahuddin menegaskan, pihaknya telah rapid test terhadap para karyawannya. “Kan kami sebagian karyawan work from home (WFH) karena gedung (baru) kami tidak mencukupi, yang masuk sudah rapid semua. Yang masuk sekitar 20 orang,” ucap Zulham, Rabu (8/7/2020).

Dia mengatakan, pelayanan kepada nasabah bank tetap berjalan normal tanpa gangguan. Protokol kesehatan seperti memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak diterapkan selama proses pelayanan. “Pelayanan sampai sekarang berjalan normal. Customer service, menabung, penarikan, mau membuka rekening tetap bisa. Lokasinya kami pindah di gedung sebelah,” terangnya.

Zulham menyebut, karyawan yang bertatap muka dengan nasabah menjalani rapid test secara rutin minimal seminggu sekali. Hasil rapid test yang terakhir kali dilakukan menunjukkan mereka non reaktif. “Kami lakukan secara rutin, minimal seminggu sekali,” ucap dia.

Sampai kini, lanjut Zulham, sedikitnya 30 persen dari total karyawan masuk seperti biasa. Sementara 70 persen sisanya diminta bekerja dari rumah. “Karyawan 30 persen masuk dan 70 persen di rumah,” tandasnya. nan, sir, ins