Jelang Musim Tanam Oktober, Jatim Ajukan Tambahan Pupuk 650.000 ton ke Mentan

Anggota Komisi B DPRD Jatim Subianto

SURABAYA (global-news.co.id) — Meski pemerintah pusat lewat Kementerian Pertanian (Mentan) sudah memberikan tambahan alokasi pupuk subsidi dari 1,3 juta ton menjadi 2,2 juta ton, atau ada tambahan sebesar 900.000 ton , namun hal itu dirasa kurang untuk memenuhi kebutuhan tanam hingga akhir tahun 2020.

Karenanya Gubernur Jatim berkirim surat ke Mentan pada Juli 2020 agar diberi tambahan pupuk subsidi menjelang musim tanam sekitar Oktober 2020 sebesar 650.000 ton.

Anggota Komisi B DPRD Jatim Subianto menegaskan Jawa Timur sebagai lumbung pangan di Indonesia, tentunya ketersediaan semua bahan pangan harus tesedia, kecuali bawang merah dan kedelai. Karenanya dari alokasi pupuk yang dibutuhkan sekitar 2,7 juta ton ternyata Jatim hanya diberi alokasi 1,3 juta ton. Tentunya jumlah tersebut sangatlah berkurang jauh dan memaksa Komisi B DPRD Jatim beberapa waktu lalu bertemu dengan Mentan agar diberikan tambahan alokasi pupuk. Jika tidak maka Jatim yang sebelumnya menjadi lumbung pangan nasional terancam tidak dapat memenuhi kebutuhan pangan secara nasional dan ini akan mengganggu stabilitas pangan di dalam negeri di tengah pandemi corona.

“Dengan kerja keras kami di Komisi B, akhirnya Mentan memberi tambahan sebesar 900.000 ton atau total 2,2 juta ton. Karena kebutuhan Jatim seperti tahun-tahun sebelumnya yaitu total 2,7 juta ton, Gubernur Jatim Bu Khofifah terpaksa berkirim surat ke Mentan untuk diberikan tambahan pupuk subsidi antara 500.000 ton sampai 650.000 ton. Kekurangan ini untuk memenuhi kebutuhan awal tanam pada Oktober mendatang,” tegas politikus asal Demokrat Jatum, Senin (27/7/2020).

Subianto berharap kekurangan pupuk tersebut segera terealisasi untuk memenuhi kebutuhan petani agar swasembada pangan di Jatim dapat dipertahankan di musim pandemi seperti saat ini. cty