Jadi Tuan Rumah Peluncuran Mobile Covid Test Dompet Dhuafa, Bupati Magetan Unjuk Gigi Pencapaian Penanganan Covid-19

 

GN/Fathur
Bupati Magetan Suprawoto melihat rapid test salah satu mahasiswa usai peluncuran simbolis Mobile Rapid Test Dompet Dhuafa, Rabu (22/7/2020).

 

Sejak pandemi COVID-19 meluluhlantahkan sistem perekonomian dunia serta mengubah perilaku hidup manusia, pemberitaan tentang COVID-19 memang selalu menarik untuk diikuti perkembangannya.

 

Berbagai upaya inovatif penanganan COVID-19 dan langkah pemutusan mata rantai penyebarannya, terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan. Salah satunya dengan menggandeng sejumlah stakeholder untuk ikut serta membantu penanganan COVID-19.

Merespons kondisi ini, Tokopedia melalui ekosistem ‘Tokopedia Salam’, mengajak masyarakat berdonasi untuk membantu sesama mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan di masa pandemi. Donasi yang terkumpul kemudian disalurkan oleh Dompet Dhuafa melalui penyelenggaraan tes COVID-19 mobile di 17 provinsi terpilih dengan zona merah dari Aceh hingga Papua.

Di Jawa Timur, launching Covid Test Mobile (CTM) dilakukan di Kabupaten Magetan, dengan dioperatori tim Dompet Dhuafa Jawa Timur bersama pemerintahan daerah setempat. Launching bersamaan dengan pelaksanaan tes COVID-19 ini diresmikan langsung Bupati Magetan Suprawoto.

“Kita launching Covid Test Mobile (CTM) di Provinsi Jatim, dan Kabupaten Magetan terpilih untuk sebagai launching kegiatan ini. Masyarakat antusias dalam TCM dalam rangka keperluan untuk sekolah maupun bepergian, sehingga dengan adanya kegiatan ini memudahkan bagi masyarakat Magetan untuk menjalankan rutinitas. Terima kasih kepada Dompet Dhuafa yang telah mempercayakan kepada kami di Magetan,” ujar Suprawoto saat meninjau pelaksanaan rapid test COVID-19 di Stadion Yoso Negoro Magetan, Rabu (22/7/2020).

Dalam peluncuran mobile covid test itu, Suprawoto menyampaikan, jika jumlah penderita COVID-19 di Magetan sangatlah kecil. Bahkan dari 38 kab/kota di Jatim, Magetan termasuk daerah dengan minim penderita Covid. Bahkan se Jatim, Magetan masuk diperingkat 24.

“Sejak Magetan menjadi salah satu kabupaten yang pertama kali kasus COVID-19 di Jawa Timur bersama Surabaya, dan Malang, sejak itu kami berkeyakinan untuk tidak boleh fokus menangani fokus di bidang kesehatan tapi juga tidak fokus di ekonomi,” kata Suprawoto.

Pria yang kerap disapa Kang Woto itu juga membeberkan, sedari awal dirinya menolak untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSSB), namun tetap mengupayakan agar masyarakat bisa menerapkan jaga jarak fisik. ”Untuk masyarakat terdampak di garis depan, kami membeli susu kampung Singolangu untuk kami bagikan ke puskesmas, polsek, koramil, masyarakat yang kami isolasi. Kami juga beli telur dari peternak, pisang dari petani sehingga kegiatan ekonomi (mikro)  tetap berjalan, kami juga terapkan isolasi kecil tingkat RT,” ujarnya membeberkan beberapa upayanya dalam menangani COVID-19 di daerah yang ia pimpin.

Ia juga bersyukur dengan bantuan dari beberapa pihak, di antaranya Dompet Dhuafa yang hari ini mengadakan rapid test  gratis di Station Yosonegoro. “Hari ini kami mendapatkan bantuan dari Dompet Dhuafa untuk merapid test masyarakat Magetan. Alhamdulillah berkat upaya yang kita lakukan bersama ini, kita lihat jumlah (kasus COVID-19) kita sudah di peringkat 24, namun dari segi kesembuhan kita tertinggi sebanyak 65%,” ujar Kang Woto dalam sambutannya.

Ahmad Shonhaji, selaku Direktur Dakwah, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Dompet Dhuafa menuturkan bahwasanya program Covid Test Mobile yang diluncurkan Dompet Dhuafa itu melibatkan kerjasama dengan Tokopedia Salam dengan menargetkan 4.000 tes di 17 provinsi.

“Hari ini kita launching di Kabupaten Magetan sebab upaya Pemkab Magetan yang dipimpin Bupati Suprawoto hingga dapat menekan signifikan kasus COVID-19 hingga menduduki posisi sebagaimana yang disampaikan bapak bupati tadi,” tutur Ahmad Shonhaji.

Menanggapi adanya penyelenggaraan rapid test gratis itu, Maulana Arif Ramadan, seorang calon mahasiswa baru sangat mengapresiasi dan mengharapkan program seperti ini bisa diadakan rutin.  “Dengan adanya rapid test ini tentu sangat membantu calon mahasiswa atau orang yang tidak mampu membayar rapid test, dan  harapan ke depannya untuk acara seperti ini diagendakan rutin karena sangat membantu calon mahasiswa dan orang-orang lain yang membutuhkannya,” ujar pemuda yang kerap dipanggil Rama itu.

Perlu diketahui Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) masih mengadakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) sebagai bagian dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) hingga 29 Juli.

Beberapa perguruan tinggi negeri yang menjadi salah satu tempat UTBK mewajibkan peserta SBMPTN menunjukkan hasil negatif rapid test untuk bisa mengikuti UTBK.  Pemkab Magetan sebelumnya telah menggratiskan rapid test bagi calon mahasiswa baru di puskesmas terdekat dengan syarat menunjukkan bukti kartu peserta UTBK serta persyaratan dari PTN yang menjadi pusat UTBK yang dipilih calon mahasiswa baru tersebut. tur