Cegah Stunting dan Jaga Daya Tahan Tubuh saat Pandemi, Forikan Jatim dan Kediri Kampanyekan Gemarikan

Ketua Forikan Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak menghadiri kegiatan Gemarikan di Balai Penyuluh Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri, Rabu (8/7/2020).

 

KEDIRI (global-news.co.id) — Langkah mengampanyekan Gemar Makan Ikan (Gemarikan) di Jawa Timur terus digalakkan pengurus Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Jawa Timur dan Kota Kediri. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (stunting) dan menjaga daya tahan tubuh di saat pandemi COVID-19.

Selain berkampanye, Pengurus Forikan Jatim dan Kota Kediri juga menyerahkan bantuan paket Gemarikan di Balai Penyuluh Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri, Rabu (8/7/2020).

Ketua Forikan Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak mengatakan, paket Gemarikan yang dibagikan sebanyak 150 paket untuk balita stunting dan warga kurang mampu. Isi paket tersebut terdiri dari 2 kaleng sarden, 2 buah kaleng tuna, 1 tas berisi olahan ikan beku sebanyak 10 buah dengan total berat 5 kg, masker 3 buah serta 1 kg Ikan Nila dan 1 kg Ikan gurami yang dibeli dari pembubidaya ikan Kota Kediri. “Ikan nila dan gurami dipilih dengan maksud agar pembudidaya ikan Kota Kediri mendapatkan pemasukan di era pandemi COVID-19 ini,” ujar Ketua Forikan Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak.

Pada kesempatan itu, dirinya sangat mengapresiasi Kota Kediri soal Gemarikan. Dia menilai, Kota Kediri tidak memiliki wilayah lautnya, tapi angka konsumsi ikan perkapita masyarakatnya meningkat.  “Justru semakin tahun Kota Kediri ada peningkatan ini yang menjadi luar biasa,” kata Arumi.

Lebih lanjut, Arumi menjelaskan, alasan gerakan gemar makan ikan kencang sekali dikampanyekan karena beberapa alasan. Pertama, ikan dibanding produk protein lain paling mudah diserap tubuh. Maka, dia sangat concern, utamanya dalam mengatasi persoalan stunting.

“Nah karena ikan memiliki kandungan protein yang tinggi dan penyerapan yang mudah di dalam tubuh, untuk itu menjadi salah satu solusi untuk anak-anak keluar dari garis stunting,” jelasnya.

Yang kedua, ikan memiliki berbagai macam varian jenis. Mulai harga murah hingga yang mahal. Untuk itu, dirinya berharap agar anak-anak harus diberi makanan bergizi dengan kandungan protein yang tinggi dari ikan. “Hal ini menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun masyarakat luas,” Imbuhnya.

Di era pandemi ini, sebut Arumi, Forikan Jatim lebih giat mengkampanyekan makan ikan. Tujuannya tak lain juga untuk meningkatkan imun.  “Dan justru ini yang kita ketahui COVID-19 akan menyerang imun kita atau menyerang daya tahan tubuh kita,” terangnya.

Apalagi, sebut Arumi, pandemi COVID-19 masih belum ada obatnya. Sehingga, cara satu-satunya adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh.  “Terutama bagi yang lansia yang sudah 50 tahun ke atas. Dan ikan merupakan salah satu sumber protein yang bermanfaat. Banyak sekali Omega 3 nya, ada kalsiumnya yang sangat bagus untuk lansia dan sekali lagi kemenangan protein ini sangat mudah diserap oleh tubuh ketika sudah masuk ke seluruh organ tubuh,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Forikan Kota Kediri, Ferry Silviana Abu Bakar berharap program Gemarikan yang dilakukannya berdampak positif bagi masyarakat Kota Kediri.  Utamanya untuk meningkatkan gizi keluarga dan anak-anak di masa pandemi COVID-19.  “Alhamdulillah di 2015 kesini, kami sudah tidak jadi ranking paling bawah karena angkanya sudah melesat ke atas,” ujarnya.

Dia juga akan terus meningkatkan angka konsumsi ikan walaupun kondisi masih dalam masa pandemi COVID-19. Apalagi, menurutnya, masih banyak balita di Kota Kediri yang butuh konsumsi ikan.  “Kampanye konsumsi dan asupan ikan harus terus digaungkan kepada masyarakat karena kalau tidak nanti pamornya akan kalah dengan konsumsi tahu,” terangnya. sir, tri