Buat Modal Kerja, Pengusaha Tagih Rp 600 Triliun ke Pemerintah

Industri tekstil juga sektor yang terdampak pandemi COVID-19.

JAKARTA (global-news.co.id) — Para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) membutuhkan bantuan modal kerja dari pemerintah untuk memulai kembali bisnis dunia usaha yang sempat terhenti akibat COVID-19. Nilai modal kerja yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp 600 triliun untuk modal kerja selama enam bulan.
Ketua Kadin Rosan P Roeslani mengatakan modal kerja ini dibutuhkan usai pemerintah memberikan restrukturisasi kredit kepada pengusaha. Modal kerja ini dibutuhkan tidak hanya oleh korporasi namun juga sektor UMKM.
“Waktu itu angkanya enam bulan kurang lebih sekitar Rp 600 triliun. Itu kebutuhan modal kerja enam bulan. Karena kita juga melihat itu kemampuan dari demand-nya,” kata Rosan di Komplek Bank Indonesia, Kamis (2/7/2020).
Dia juga mengungkapkan, hal yang perlu diperhatikan pemerintah adalah penjaminan untuk modal kerja, bukan likuiditas perbankan sebab saat ini likuiditas di bank masih sangat baik. Pemberian modal kerja ini harus dibarengi dengan penjaminan yang diberikan oleh pemerintah sebesar 80%-90% dan sisanya 10%-20% akan diberikan dari bank.
Sejalan dengan itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengungkapkan perusahaan-perusahaan yang balik membutuhkan bantuan modal kerja adalah sektor-sektor yang terdampak paling besar karena COVID-19.
“Tapi sektornya tekstil, hotel dan restoran, transportasi darat sama beberapa lagi saya lupa, sektor manufaktur. Kira-kira itu untuk jangka waktu satu tahun,” kata dia di kesempatan yang sama.
Permintaan bantuan modal kerja ini dibarengi dengan tingkat bunga yang rendah, jika bisa single digit dan di bawah bunga perbankan saat ini sehingga cost menjadi lebih rendah. ejo, cnb