Badrut Tamam : Fatayat NU Tetap Eksis Jika Bermanfaat bagi Masyarakat

Badrut Tamam didampingi istri Nayla Hasanah memberikan penghargaan pada PAC Fatayat NU yang berprestasi.

PAMEKASAN  (global-news.co.id) – Bupati Pamekasan Badrut Tamam menegaskan bahwa keberadaan organisasi atau lembaga akan eksis di masyarakat karena memberikan manfaat kepada masyarakat. Jika organisasi atau lembaga tidak memberikan manfaat kepada masyarakat maka akan ditinggalkan oleh masyarakat.
Fatayat NU, kata dia, sebagai organisasi perempuan Islam, selama ini telah banyak memberikan manfaat pada masyarakat. Karena itu sampai saat ini organisasi ini tetap banyak orang yang rela meluangkan waktu dan tenaga, karena yakin ada manfaat dari organisasi ini.  Jika tidak maka Fatayat NU akan ditinggal oleh anggotanya.
Badrut Tamam mengungkapkan hal itu pada saat memberikan sambutan dalam pembukaan Konferensi Cabang Fatayat NU Pamekasan ke VII di Pendopo Ronggosukowati, Minggu (26/7/2020).
Dalam acara ini hadir Wakil Bupati Raja’e, sejumlah pejabat terkait di Pemkab Pamekasan, pengurus  Fatayat NU Jatim, Ketua NU Cabang Pamekasan dan sejumlah undangan lainnya.
“Kehadiran Fatayat NU oleh para pendirinya adalah untuk mengedukasi dan ikut andil dalam transformasi nilai nilai saat itu. Jangan biarlan laki laki berjuang sendirian, mendampingi laki laki untuk perjuangan. Alhamdulillah Fatayat NU terus eksis dan memberikan manfaat pada bangsa dan negara. Karena itu pantas kalau kita terus mendoakan mereka yang telah mengabdikan hidupnya bagi agama bangsa dan negara,” katanya.
Dalam kesempatan itu Badrut Tamam kembali mengungkapkan tentang beberapa prioritas program pembangunan yang akan dijalankan selama kepemimpinannya di Pamekasan, diantaranya dalam mengembangkan dan memperbaiki ekonomi masyarakat, memperbaiki pendidikan dengan program beasiswa santri dan program bidang kesehatan dengan program mobil sehat atau Pamekasan Call Care.
Fatayat NU, kata Badrut Tamam, memiliki ruang untuk bersama  berpartisipasi membangun Pamekasan menuju cita-cita pembangunan yang diinginkannya. Salah satu diantaranya dengan membuat program yang selaras untuk disinergikan dengan program pemerintah daerah, sehingga menjadi kekuatan yang besar keterpaduan antara pemerintah dan Fatayat NU.
“Jadi semangatnya keterikatan antara Fatayat NU dengan pemerintah bukan semangat untuk menerima bantuan saja, namun semangat kejuangan dan pengabdian untuk memberdayakan masyarakat. Semangat untuk menjadikan berorganissi sebagai alat perjuangan dan pengabdian dengan ikut memberdayakan masyarakat,” jelasnya.
Dia mengkritik berbagai program kegiatan yang selama ini dilakukan, kerjasama antara pemerintah dengan organisasi yang dinilainya kurang bisa membuahkan hasil yang maksimal alias tidak efektif. Misalnya pelatihan bidang kerajinan bagi kalangan perempuan yang hingga kini dinilai kurang memberikan manfaat yang nyata.
“Selamat berkonferensi cabang, selain bisa memilih pengurus baru yang berkualitas untuk kepengurusan periode berikutnya,  juga konferensi cabang Fatayat NU kali ini, semoga bisa menghasilkan rumusan program kerja organisasi yang bagus yang bisa disinergikan dengan program pemerintah daerah,” pungkasnya. (mas)
.
,