5 Juli: Tambah 1.607, Kasus COVID-19 di Indonesia Menjadi 63.749 Orang dan Jatim Penyumbang Tertinggi

 

Update kasus corona di Indonesia hingga 5 Juli 2020.

Update kasus corona di Indonesia hingga 5 Juli 2020.

JAKARTA (global-news.co.id) —
Penambahan kasus positif corona di Indonesia per 5 Juli 2020 sebanyak 1.607 orang. Jawa Timur menjadi penyumbang terbanyak dengan 552 kasus baru.
Dengan penambahan itu, akumulasi kasus COVID-19 di Tanah Air hingga 5 Juli 2020 sebanyak 63.749 orang.
Juru Bicara Pemerintah Penanganan Virus Corona (COVID-19) Achmad Yurianto
Namun, Yuri menegaskan penambahan kasus ini tidak dimaknai bahwa seluruh kasus yang ditemukan dirawat di rumah sakit. “Penambahan kasus sebanyak 1.607 tidak dimaknai bahwa keseluruhan kasus ini masuk ke rumah sakit,” katanya di Media Center Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Minggu (5/7/2020).
Yuri mengatakan, rata-rata kasus COVID-19 di setiap provinsi memiliki gambaran yang berbeda-beda. “Kalau kita rinci lebih lanjut tentang kasus positif ini, karena ini adalah gambaran rata-rata seluruh Indonesia. Tetapi tidak berarti bahwa seluruh provinsi memiliki hal yang sama,” katanya
Ia mengatakan, ada lima provinsi yang hari ini mengalami penambahan tertinggi, pertama yakni Jawa Timur. “Kita lihat beberapa provinsi yang hari ini melaporkan penambahan kasus cukup tinggi yang pertama adalah Jawa Timur menambahkan kasus positif baru, terkonfirmasi sebanyak 552 kasus baru dan juga melaporkan ada 154 yang sembuh,” ungkap Yuri.
Kemudian, penambahan kasus terbanyak kedua adalah DKI Jakarta dengan 257 kasus baru. DKI Jakarta juga melaporkan kasus sembuh sebanyak 286 orang.
Selanjutnya, Jawa Tengah melaporkan 208 orang kasus baru dan melaporkan sembuh 5 orang. Kemudian, Sulawesi Selatan melaporkan kasus baru 136 orang dan kasus sembuh 95 orang. Dan, Jawa Barat melaporkan 106 kasus baru dengan 17 orang sembuh.
Yuri mengatakan, sebanyak 18 provinsi melaporkan penambahan di bawah 10 kasus. Dan, ada tujuh provinsi yang hari ini tidak ada penambahan kasus sama sekali. “Di antaranya adalah di Aceh, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Timur dan Gorontalo,” ungkap Yuri.
Yuri mengatakan, penemuan penambahan kasus baru tersebut sebagian besar justru didapatkan dari hasil kontak tracing terhadap kasus yang dirawat di rumah sakit. “Kemudian dilakukan kontak tracing pada orang yang kita duga dan kita curigai tertular karena kontak erat dengan kasus positif yang kita rawat. Kemudian kita lakukan pemeriksaan secara masif dengan menggunakan pemeriksaan antigen baik dengan metode real time PCR maupun menggunakan metode tes cepat molekuler atau TCM. Dari data inilah kita mendapatkan kasus-kasus positif,” kata Yuri.
Menurutnya, sebagian penderita justru tidak menunjukkan gejala yang diindikasikan untuk dirawat di rumah sakit. “Oleh karena itu maka langkah yang paling tepat menangani kasus ini adalah melaksanakan isolasi secara mandiri dengan ketat. Ini menjadi penting karena kalau ini tidak dilaksanakan dengan baik, maka akan menjadi sumber penularan baru tengah masyarakat,” katanya.
Yuri pun mengatakan, saat ini harus menemukan kasus konfirmasi positif dan kemudian melakukan isolasi. “Baik isolasi itu dilaksanakan secara mandiri karena memang tidak ada indikasi untuk dirawat di rumah sakit atau pun isolasi rumah sakit manakala memang ada indikasi untuk dirawat. Dengan cara seperti ini kita akan bisa memutuskan dan mengamankan yang bersangkutan agar tidak menjadi sumber penularan bagi masyarakat yang ada di sekitarnya,” katanya. dja, yan