21 Juli: Tambah 1.655 Kasus, DKI Jakarta Tertinggi

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers di kanal resmi Youtube milik Sekretariat Presiden, Selasa (21/7/2020).

JAKARTA (global-news.co.id) — Kasus konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia bertambah 1.655 orang pada Selasa (21/7/2020). Dengan penambahan itu total kasus positif baru harian secara kumulatif mencapai 89.869 orang.
Provinsi DKI Jakarta mencatat 433 kasus positif atau menjadi provinsi dengan kasus positif baru harian tertinggi di Indonesia per 21 Juli 2020.
Hari ini jumlah spesimen terkait Corona yang berhasil diuji di seluruh Indonesia mencapai 22.262, sehingga secara akumulatif menjadi 1.257.807. Capaian jumlah spesimen hari ini masih belum menyentuh target baru pemeriksaan 30.000 spesimen per hari.
Berdasarkan data yang dirilis Satuan Tugas Penanganan COVID-19, yang merupakan nama baru tim yang dibentuk pemerintah untuk menggantikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, pada hari ini DKI Jakarta mencatatkan 433 kasus positif baru COVID-19, 266 kasus sembuh dan 8 pasien meninggal akibat wabah tersebut.
Jawa Timur menyusul menjadi provinsi dengan kasus harian terbanyak yakni 283 kasus. Namun, kasus sembuh pasien COVIF-19 di Jatim menjadi yang tertinggi dibandingkan daerah lain di Indonesia, yakni mencapai 348 orang pada hari ini.
Selanjutnya, Jawa Tengah menyusul dengan 121 kasus positif baru virus Corona per 21 Juli 2020. Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan menyusul dengan masing-masing 93 dan 92 kasus baru.
Sementara itu, tercatat 7 provinsi tidak memiliki kasus harian baru COVID-19 yakni Bangka Belitung, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kepulauan Riau dan Sulawesi Tengah.
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan beberapa daerah masih mencatatkan penambahan kasus baru yang terbilang tinggi.
“Ini perlu menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah daerah,” ujarnya dalam konferensi pers di kanal resmi Youtube milik Sekretariat Presiden, Selasa (21/7/2020).
Kendati begitu, Wiku menjelaskan bahwa dalam sepekan terakhir jumlah daerah berstatus risiko tinggi COVID-19 mengalami penurunan. Daerah-daerah tersebut turun status menjadi risiko sedang.
“Indonesia sudah mampu menekan beberapa kasus sehingga terjadi perbaikan zonasi,” jelas dia. dja, yan, bis