200 Sekolah Swasta di Surabaya Siap Tampung Siswa Miskin

Kabid SMP Dispendik Surabaya Sudarminto

SURABAYA (global-news.co.id) – Dispendik Kota Surabaya memfasilitasi siswa jalur masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang tidak diterima di SMP Negeri, tahun ajaran 2020-2021. Mereka akan diterima sekolah SMP Swasta tanpa membayar selama tiga tahun. Dispendik telah bekerja sama dengan ratusan sekolah swasta.

Kabid SMP Dispendik Surabaya Sudarminto mengatakan, sekitar 200 sekolah swasta yang berafiliasi dengan dispendik untuk menerima siswa kurang mampu. Pihaknya juga sedang mencari CSR dari perusahaan maupun sekolah yang mampu membiayai siswa kurang mampu.

“Untuk mempermudah akses, kami membuka website agar siswa bisa mengentry (Memasukkan) data, di website tersebut ada pilihannya (sekolah) sehingga kami nanti masukkan profilenya ke sekolah swasta,” kata Sudarminto, Rabu (8/7/2020).

Sudarminto menjelaskan setiap sekolah masing-masing pagu MBR berbeda. Ada yang 10 siswa dan 20 siswa. Namun, kelulusan tingkat SD di Surabaya lebih tinggi, yakni sekitar 46 ribu, dibandingkan kuota SMP sekitar 20 ribu.

“Sisanya 26 ribu siswa itu ada yang sekolah di luar kota atau langsung melanjutkan ke sekolah swasta. Sedangkan untuk siswa yang sudah mendaftar ke sekolah swasta jalur MBR sampai Jumat ada 600 siswa mungkin ada tambahan (pendaftar) Sabtu, Minggu, dan Senin ini,” jelasnya.

Setelah semua terdaftar, dispendik akan merekapitulasi dan memisahkan berdasarkan pagu sekolah swasta tersebut. Sudarminto berharap, orang tua bisa memilih sekolah yang berdekatan dengan tempat tinggal sesuai dengan zonasinya. “Ya disesuaikan saja, sesuai target anak ke depan dan kalau bisa yang dekat agar biaya transportasi siswa tak mahal,” harapnya.

Pihaknya juga mengungkapkan, sekitar 200 sekolah swasta itu bisa bertambah untuk menerima siswa dari dari jalur MBR. Karena tidak semua sekolah swasta bekerja sama dengan dispendik. “Artinya ada yang mau menerima (sekolah) dari siswa jalur mitra warga dan ada yang tidak. 200 sekolah itu kemungkinan bertambah,” ungkapnya.

Jadwal masuk sekolah tahun ajaran baru 2020-2021 akan dilaksanakan pada 13 Juli, namun Dispendik Surabaya masih menunggu rekomendasi dari gugus tugas COVID-19. Mengingat kondisi Surabaya yang sampai saat ini masih zona merah.

“Sepertinya masuk sekolah di Surabaya pada 4 Januari 2021, namun 13 Juli nanti MOS dan pembelajaran dilakukan secara daring,” kata dia.

Sudarminto meminta sekolah secepatnya untuk membuat protokol kesehatan secara ketat. Agar sekolah di Surabaya siap ketika gugus tugas COVID-19 merekomendasikan sekolah untuk masuk sekolah. “Kami juga sudah mengadakan rapid test kepada guru-guru di sekolah agar nantinya ketika masuk sekolah bisa siap dan tidak menimbulkan klaster baru di sekolah,” pungkasnya. pur, dtk