13 Juli: Tambah 1.282 Kasus, Positif COVID-19 di Indonesia 76.981 Orang dan Meninggal 3.656

Update kasus corona di Indonesia hingga 13 Juli 2020.

Update sebaran kasus corona di Indonesia hingga 13 Juli 2020.

JAKARTA (global-news.co.id) — Kasus positif virus corona (COVID-19) di Indonesia hingga 13 Juli 2020 pukul 12.00 mengalami penambahan sebanyak 1.282 kasus. Dengan penambahan itu, jumlah akumulasi positif COVID-19 sebanyak 76.981 orang.
“Kita dapatkan hasil konfirmasi positif sebanyak 1.282 orang, sehingga total kasus positif akumulatif saat ini adalah 76.981 orang,” ungkap Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan virus Corona (COVID-19) Achmad Yurianto di Media Center Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Senin (13/7/2020).
Penambahan tertinggi ada di lima provinsi. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus tertinggi sebanyak 281 kasus. “Kalau kemudian kita perhatikan sebaran kasus ini yang pertama DKI Jakarta hari ini melaporkan 281 kasus baru dengan 208 sembuh,” jelasnya.
Kemudian Jawa Timur melaporkan 219 kasus dengan 268 kasus sembuh. Sulawesi Selatan 124 kasus baru dengan 259 sembuh. Kemudian Jawa Tengah 100 kasus baru dengan 30 sembuh. Papua 98 kasus baru dengan 9 sembuh. Jawa Barat 83 kasus baru dengan 19 sembuh.
Yuri mengatakan, akumulasi data kasus tersebut diambil dari hasil uji pemeriksaan sebanyak 13.100 spesimen menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) maupun Tes Cepat Molekuler. Total hingga kini ada 1.074.467 spesimen yang diperiksa.
Menurut Yuri, hari ini ada laporan kasus sembuh sebanyak 1.051 orang, sehingga akumulasinya menjadi 36.689 orang. “Sebanyak 50 orang dilaporkan meninggal hari ini, sehingga total menjadi 3.656,” ujarnya.
Saat ini, kata Yuri, kasus positif tersebar pada 461 kabupaten/kota di seluruh Provinsi di Tanah Air. Selain itu, kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 33.504 orang. “Sementara itu, PDP (Pasien Dalam Pengawasan) yang kita pantau dengan ketat sebanyak 13.439 orang,” katanya. dja, wah