12 Pejabat Pemprov Jatim Memasuki Pensiun, Dua Mundur Maju Pilkada

 

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Timur Nurkholis

SURABAYA (global-news.co.id) — Dalam tahun ini ada 14 pejabat Pemprov Jatim yang memasuki pensiun. Sebanyak  12 pejabat murni pensiun dan 2 pejabat lainnya yaitu Fattah Jasin dan Setiadjit mengundurkan diri karena maju dalam Pilkada serentak 9 Desember mendatang.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Timur Nurkholis mengatakan sebanyak 12 pejabat Pemprov Jatim yang akan pensiun hingga Desember mendatang. Menurutnya jika 2 pejabat Pemprov Jatim jadi maju dalam Pilkada mendatang, maka jumlah pejabat yang pensiun totalnya menjadi 14.

“Jadi yang akan pensiun pada September ada 10 orang, sementara yang 2 orang pensiun pada  Desember. Nah untuk 2 pejabat yang lainnya yakni Kepala Bakorwil Pamekasan Fattah Jasin dan Kepala Dinas ESDM Provinsi Jatim Setiadjit jika mendapat rekom dari parpol untuk maju pilkada, maka totalnya ada 14 orang hingga akhir tahun,” ujarnya, Rabu (29/7/2020).

Mantan Kepala Biro Organisasi Setdaprov Jatim ini menambahkan untuk mengisi kekosongan jabatan ini maka dilakukan mutasi dan rotasi. Dan sisanya dilakukan open bidding. “Untuk yang 14 ini tetap open bidding, dengan catatan Pak Fattah dan Pak Setiadjit dapat rekom, maka keduanya harus mundur,” katanya.

Nurkholis mengatakan syarat untuk ikut open bidding banyak. Salah satunya untuk yang eselon 2A (kepala badan dan kepala dinas) pangkatnya minimal harus 4B, sedangkan untuk Kepala Biro pangkat 4A boleh. “Yang baru-baru ini ikut open bidding ada 188 orang dari 13 jabatan. Kita tidak bisa menentukan siapa yang akan jadi karena semuanya harus melalui hasil assesment,” jelasnya.

Lebih lanjut Nurkholis mengatakan peluang open bidding terbuka untuk siapa saja. Karena yang melakukan assesment bukan dari Pemprov Jatim, namun dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. “Dari assesment itu diambil lima besar kemudian didalami dengan wawancara hingga menjadi dua besar, kemudian diajukan ke Gubernur Jatim untuk dipilih,” paparnya.

Sementara itu untuk PNS, Nurkholis mengatakan untuk tahun 2020 ini, sebanyak 2.521 PNS yang memasuki masa pensiun. Jumlah itu terdiri dari tenaga pendidik sebanyak 1.319 orang, tenaga kesehatan 329 orang dan 873 tenaga teknis. Sementara pada 2021, sebanyak 2.495 PNS yang memasuki masa pensiun terdiri dari 1.221 tenaga pendidik, 368 tenaga kesehatan dan 906 tenaga teknis.

Saat ditanya terkait rekrutmen CPNS 2020, ia mengaku hingga saat ini belum mendapatkan informasi.  Meski berdampak terhadap kurangnya pegawai setiap tahunnya, menurutnya Pemprov tidak akan mengangkat Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan memaksimalkan pegawai yang ada. “Kalau pun ada PTT, itu hanya menggantikan yang pensiun atau yang mengundurkan diri,” pungkasnya. cty