RSUA Masuk Tiga Besar Tangani COVID-19 di Indonesia

RSUA termasuk dalam tiga besar rumah sakit di Indonesia yang paling banyak menangani pasien COVID-19.

SURABAYA ( global-news.co.id) — Guna meminimalisir dampak dari pandemi COVID-19, Pemerintah Republik Indonesia telah mengerahkan berbagai kebijakan. Salah satunya dengan menunjuk banyak rumah sakit rujukan untuk melakukan pelayanan penanganan pasien COVID-19. Ada banyak rumah sakit rujukan yang telah melakukan perawatan pasien COVID-19, bahkan ada yang merawat ratusan pasien. Salah satunya RS Universitas Airlangga (RSUA).
Tercatat, RSUA termasuk dalam tiga besar rumah sakit di Indonesia yang paling banyak menangani pasien COVID-19. Hal itu disampaikan oleh Rektor Unair Prof Moh Nasih.
Ditemui di ruang kerjanya, Prof Nasih mengatakan bahwa hingga saat ini, RSUA telah melakukan perawatan terhadap pasien COVID-19 sejumlah lebih dari 300 orang. Jumlah ini lebih sedikit dibanding dengan penanganan pasien COVID-19 yang dilakukan oleh Rumah Sakit Wisma Atlet yaitu dalam angka 700-an pasien dan RSUP Persahabatan yang menangani lebih 320-an pasien.
“Mulai awal sampai saat ini kita telah merawat 300-an lebih pasien. Sementara di Wisma Atlet 700-an pasien. Dari kontribusi itu kami senang karena bisa memberikan pelayanan kepada banyak pasien,” ucapnya, Senin (8/6/2020).
Untuk itu, pihaknya mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan kepada Unair dalam menangani COVID-19. Baik kepada para donatur, maupun kepada CT Corp yang telah memberikan bantuan untuk renovasi Rumah Sakit Khusus Inveksi (RSKI) untuk menangani pasien COVID-19.
Sebagai informasi, pada April lalu, CT Corp-Bank Mega memberikan bantuan sebesar 45 miliar untuk RSKI Unair. Sehingga, RSKI memiliki sebanyak 145 bed untuk menangani pasien COVID-19.
“Paling tidak ada 40 unit bed ICU (Intensive Care Unit , Red) dan 140 unit bed HCU (High Care Unit, Red). Dengan kapasitas itu kami bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi,” ucap Rektor.
Dari data yang didapat, proporsi kasus positif tenaga kesehatan di RSUA di angka 0,3 dan ini sangat jauh dari banyak rumah sakit rujukan lain yang memiliki proporsi kasus positif nakes cukup tinggi.
Tentu, sambung Prof Nasih, pihaknya akan tetap berusaha dengan semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya dan menekan jumlah kasus positif bagi tenaga kesehatan di lingkungan RSUA. Selain itu, pihaknya juga berkomitmen untuk tetap mendukung berbagai kebijakan pemerintah ke depan terkait penanganan COVID-19 di Indonesia. tri