Rektor Unair Lepas 3.189 Peserta KKN di 28 Provinsi secara Daring

Sebanyak 3.189 mahasiswa Unair mengikuti pelepasan KKN ke-62 secara daring.

SURABAYA (global-news.co.id – Adanya pandemi COVID-19 tidak menyurutkan semangat Universitas Airlangga (Unair)
untuk mendorong mahasiswa dalam mengabdi dan berkontribusi di masyarakat melalui kegiatan Kuliah
Kerja Nyata (KKN). Kini sebanyak 3.189 mahasiswa mengikuti pelepasan KKN ke-62 secara daring.
Daerah sebaran KKN daring mahasiswa Unair berlokasi di 28 provinsi yang terdiri dari 145  kabupaten/jota dan ini merupakan terbanyak di sepanjang sejarah KKN Unair. Mahasiswa akan tinggal  dan mengabdi kepada desa mulai tanggal 29 Juni hingga 25 Juli 2020. Ketua Lembaga Pengabdian dan
Pengembangan Masyarakat (LPPM) Dr Eko Supeno drs, MSi mengatakan bahwa 405 di antara 3.189 peserta KKN telah mengikuti KKN penyetaraan yang terbagi menjadi relawan Gugus Tugas COVID-19 di  masing-masing daerah dan mengikuti program yang dikoordinir oleh dosen.
“Mahasiswa yang mengikuti KKN periode ini merupakan jumlah terbanyak di sepanjang sejarah KKN  Unair. Sehingga hikmah yang dapat kita ambil dari KKN di masa pandemi COVID-19 yaitu bendera Unair bisa berkibar di 28 provinsi lokasi KKN,” ungkapnya, Senin (29/6/2020).
Dr Eko menjelaskan di samping pendampingan oleh dosen di masing-masing lokasi, Unair juga akan
memberi pendampingan dalam konsultasi kesehatan. Mahasiswa akan diarahkan mengenai program yang efektif dalam penanganan COVID-19.
“Kami juga punya hotline klinik konsultasi kesehatan yang dikelola untuk pendampingan KKN,” imbuhnya.
Sementara itu, Rektor Unair Prof Dr H Mohammad Nasih MT, SE, Ak menekankan bahwa program KKN di masa pandemi COVID-19 harus dilakukan secara efektif dan efisien tanpa mengurangi learning
outcomes. Mahasiswa diharapkan bisa merancang kegiatan atau program yang dapat memecahkan permasalahan dan kegiatan yang solutif di masyarakat.
“Mahasiswa dapat merancang program sesuai dengan ilmu pengetahuannya yang mampu memberikan  solusi yang baik di masyarakat,” tuturnya.
Apapun bentuk programnya, lanjutnya, sinergi dan kerja sama antar mahasiswa harus tetap ada.  Sehingga mahasiswa akan terlatih dalam bekerja sama antar tim. Oleh karena itu, dalam mendukung
program kerja KKN yang efisien Prof Nasih juga mengatakan pentingnya komunikasi dalam menyamaikan ide dan gagasan kepada kelompok dan masyarakat.
“Kemampuan berkomunikasi dan menjual gagasan akan sangat dibutuhkan di masyarakat. Sehingga ide bisa dipahami dan dikerjakan bersama,” tandasnya.
Sementara itu, tak kalah penting Prof Nasih juga berharap selama KKN mahasiswa dapat menaati
protokol kesehatan yang berlaku di masing-masing lokasi atau desa yang ditinggalinya. Keikusertaan dalam protokol kesehatan akan menjadi keberhasilan dan keberlanjutan dari program KKN. Ia mengimbau mahasiswa dapat memberikan contoh yang baik bagi masyarakat.
“Saya berharap peserta KKN bisa memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dari kampung ke kampung dalam berprilakuku sehat dan menerapkan protokol kesehatan (menjaga jarak, menggunakan masker dan rajin cuci tangan),” tutupnya. tri