Prajurit TNI Gugur di Kongo, RI Kirim Belasungkawa ke Keluarga

Gaekon                                                                                                                          Ilustrasi pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa dari Indonesia di Republik Demokratik Kongo.

JAKARTA (global-news.co.id) — Pemerintah Indonesia menyampaikan belasungkawa terhadap keluarga mendiang Serma Rama Wahyudi yang meninggal dunia saat bertugas menjadi pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Demokratik Kongo.

“Penghargaan setinggi-tingginya kepada Alm Serma Rama Wahyudi atas pengabdiannya dalam menjaga perdamaian dunia. Semoga keluarga yang ditinggalkan selalu diberikan ketabahan,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melalui pernyataan resmi, Rabu (24/6/2020).

Berdasarkan laporan yang diterima dari misi perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo (MONUSCO), Serma dan satu personel Indonesia lainnya, M Syafli Makbul, diserang kelompok bersenjata Allied Democratic Forces (ADF) saat berpatroli di sekitar 20 kilometer dari Kota Beni di Provinsi North Kivu, Minggu  (21/6/2020).

Retno mengatakan saat ini Syafli masih dalam perawatan intensif di rumah sakit di Kongo. “DK PBB telah mengutuk keras serangan kepada MONUSCO dan meminta otoritas Kongo untuk melakukan investigasi dan membawa pelakunya ke meja pengadilan,” tutur Retno.

MONUSCO adalah misi pemelihara perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo, dan merupakan misi PBB terbesar ke-2 di dunia. Saat ini terdapat 1.047 orang personel Indonesia yang ditugaskan di sana. Sebagian besar anggota ADF merupakan Muslim asal Uganda yang menentang pemerintahan Presiden Uganda Yoweri Museveni.

Pada 1995 ADF pindah ke Kongo, kemudian menjadikannya markas operasi. Menurut data PBB, ADF sudah membunuh lebih dari 500 orang sejak akhir Oktober ketika tentara Kongo bersikap tegas kepadanya. Pada 2017 ADF telah membunuh 15 tentara PBB di dekat perbatasan Uganda, lalu pada 2018 membunuh tujuh orang lainnya dalam serangan mendadak.

PBB Dorong Investigasi

Sementara itu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam keras serangan yang dilancarkan milisi terhadap pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Republik Demokratik Kongo (MONUSCO) hingga satu personel TNI gugur dan satu orang lainnya terluka.

Komandan MONUSCO dan Perwakilan Khusus PBB Leila Zerrougui mengecam serangan itu dalam serangkaian tweet. Dia menyatakan tentara yang menjadi korban itu sedang terlibat dalam proyek pembangunan jembatan di wilayah Hululu. “Ini pengorbanan para ‘helm biru’ pria dan wanita yang mempertaruhkan nyawa setiap hari jauh dari rumah, untuk melindungi warga sipil dan memulihkan stabilitas di Kongo,” ungkap Zerrougui.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengungkapkan duka cita mendalam pada keluarga korban meninggal serta pada pemerintah Indonesia. Dia juga mendoakan semoga tentara yang terluka segera pulih.

Guterres menyatakan serangan terhadap pasukan PBB dapat dianggap sebagai kejahatan perang. Dia menyeru otoritas Kongo segera melakukan investigasi. “Segera bawa mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan,” tegas Guterres.

PBB kata dia akan terus mendukung Pemerintahan Kongo dan rakyatnya dalam upaya menciptakan perdamaian dan stabilitas di timur negara itu. dja, ins, cnn