Partai Demokrat Jatim Tetap Solid Dukung AHY sebagai Ketum Meski Tengah ‘Digoyang’ Kader

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Hari Yudhoyono (AHY)

SURABAYA (global-news.co.id) —
Mendekati pelaksanaan Pilkada Serentak Desember 2020, tiba-tiba posisi Agus Hari Yudhoyono (AHY)  tengah digoyang sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Menariknya, manuver politik ini justru dimainkan oleh kader senior di partai berlambang mercy ini, Subur Sembiring yang ingin menggelar Kongres Luar Biasa (KLB).
Bendahara DPD Partai Demokrat Jatim yang juga Ketua FPD DPRD Jatim Sri Subiati menegaskan desakan Subur Sembiring yang menggoyang posisi AHY sebagai Ketum Demokrat melalui KLB tidak menggoyahkan DPD PD Jatim untuk tetap mendukung AHY. Alasannya, AHY  terpilih secara sah dalam kongres V PD beberapa waktu lalu. Bahkan posisi AHY dikuatkan dengan SK Menkum dan HAM.
“Saya yakin itu yang mempersoalkan kepemimpinan AHY tak ada pendukungnya. Apalagi akan menggelar KLB (Kongres Luar Biasa),” jelas Antie panggilan akrab Sri Subiati, Jumat (12/6/2020).
Ditambahkannya,  bagi para kader partai Demokrat untuk keputusan tertinggi dalam partai adalah kongres. “Kongres merupakan keputusan tertinggi partai dan semua tahu kalau AHY terpilih sebagai ketua umum dari hasil kongres,”lanjutnya
Senada, anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim lainnya, Agus Dono Wibawanto juga meyakini Subur Sembiring tidak memiliki pendukung di setiap provinsi di Indonesia.
“ Rakyat Indonesia menyaksikan semuanya pelaksanaan kongres Partai Demokrat di Jakarta dan AHY terpilih dalam kongres. Lalu darimana kalau dikatakan tidak sah. Saya minta yang bersangkutan itu sadar diri. Lalu dia (Subur Sembiring) akan menggelar KLB. Lalu pesertanya siapa dan mau jadi apa,” sambung pria asal Malang ini.
Agus Dono Wibawanto mengungkapkan manuver apapun yang dilakukan oleh Subur Sembiring yang akan menggoyang kepemimpinan AHY di Partai Demokrat tak akan mempengaruhi dukungan kader Partai Demokrat kepada AHY.
“ AHY adalah Ketua Umum Partai Demokrat yang kepemimpinannya melalui mekanisme yang sah. Sehingga tak mungkin akan ditinggalkan kader Partai Demokrat dan menyeberang ke pihak lain,” lanjutnya.
Sekadar diketahui, politikus senior Partai Demokrat Subur Sembiring beberapa waktu lalu di Jakarta menghadap Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Senin (8/6/2020). Dilanjut menemui Menkumham Yasonna Laoly, Selasa (9/6/2020).
Subur mengaku ingin mempertanyakan soal legalitas AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat kepada pemerintah.
Bahkan, yang terbaru, Subur Sembiring rencananya akan menggugat di PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara) atas SK Menkum dan HAM RI terkait pengesahan AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.
Pendiri Partai Demokrat Achmad Mubarok meyakini ada orang di luar partai yang ingin menggoyang kepemimpinan AHY sebagai ketum. Sayang, Mubarok tak mau mengungkap siapa orang tersebut.
Namun Mubarok menegaskan, manuver yang dilakukan senior Demokrat Subur Sembiring dengan menemui Menko Kemaritiman Luhut B Panjaitan dibiayai oleh orang tersebut. Meskipun demikian, dia enggan menyebutkan secara gamblang siapa yang membiayai Subur Sembiring. Sebab malah akan membuat langkah tersebut menjadi semakin besar.
“Saya nggak bisa kasih tahu. Ada. Makanya dia dengan semangat itu,” jelas Mubarok. cty