Pandemi COVID-19, Realisasi Pendapatan PT Pegadaian Surabaya Capai Rp 682 Miliar

GN/Titis
Suasana PT Pegadaian (Persero) Kanwil XII Surabaya di Jl Dinoyo Selasa (30/6/2020).

SURABAYA (global-news.co.id) — Kinerja  PT Pegadaian (Persero) khususnya Kanwil XII Surabaya sampai dengan akhir semester I 2020 mampu  memenuhi target. Meski pada kurun waktu tersebut ada pandemi COVID-19 yang berimbas pada  masyarakat dan seluruh sektor usaha.
Dari target pendapatan usaha semester I 2020 sebesar Rp 778 miliar, realisasi target pendapatan usaha hingga 28 Juni 2020 mencapai Rp 682 miliar  atau mencapai 87,72% dari target. “Capaian ini cukup bagus di tengah adanya pandemi COVID-19,” kata Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil  XII Surabaya Supriyanto, Selasa (30/6/2020).
Dia menjelaskan kondisi ini terjadi karena adanya program restrukturisasi kredit bagi nasabah baik di produk gadai maupun non gadai. Restrukturisasi ini meliputi penundaan jatuh tempo kredit,  penundaan pembayaran angsuran, pembebasan denda hingga perpanjangan masa kredit.
“Untuk produk gadai, sejak ada wabah pandemi.COVID-19 ada kebijakan perpanjangan waktu kredit hingga 30 hari. Semua by system, untuk semua nasabah gadai tanpa ada pengajuan terlebih dahulu,” katanya.
Sedangkan untuk produk non gadai seperti kredit kendaraan baru dan bekas, ada pengajuan restrukturisasi dahulu. Prinsipnya selama sebelum wabah COVID-19 kondisi kredit nasabah lancar, pengajuan restrukturisasi akan disetujui. Selain itu pertimbangan lain yang diberikan juga tetap mengacu pada ketentuan OJK.
Sedangkan target outstanding loan semester I 2020 sebesar Rp 5,4 triliun,  sementara realisasinya sebesar Rp 5,9 triliun atau mencapai 109% dari target. Dia optimistis sampai akhir bulan ini bisa mencapai Rp 6 triliun.
Disinggung pertumbuhan nasabah pada 31 Desember 2019 tercatat ada sebanyak 1,749 juta nasabah dan hingga 28 Juni 2020 menjadi sebanyak 1,894 juta nasabah atau naik 8,29%.
“Itu dapat tercapai karena kami terus mencari nasabah baru dengan bekerjasama dengan sejumlah pihak,” katanya.
Setiap pegawai, lanjut Supriyanto, mencari nasabah baru dengan program EGC, Sales Head, Marketing Executive. Pihaknya juga aktif melakukan Kerjasama dengan lembaga lain (BUMN/BUMD, instansi, organisasi kemasyarakatan, lembaga sosial. Juga aktif membentuk agen-agen Pegadaian dengan bekerjasama dengan lembaga lain. “Dengan upaya ini kami menargetkan jumlah nasabah hingga akhir 2020 sebanyak 1,920 juta orang,” katanya.
Sementara untuk total aset jika pada posisi 31 Desember 2019 tercatat Rp 3,036 triliun, pada 28 Juni menjadi sebesar Rp 3,238 triliun atau naik 9,61% seiring dengan naiknya transaksi di gadai dan Rahn. tis